Travel
Wisata di Desa Nglanggeran tumbuh pesat, warga ogah jadi TKI lagi
Sumber:Merdeka.com
Jumat, 02 Des 2016 07:56
Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000Sebelum Nglanggeran menjadi desa wisata, hampir seluruh warganya memilih menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Negara Malaysia dan Korea Selatan menjadi tujuan utama warga Nglanggeran untuk mencari nafkah.
Berkembangnya Desa Wisata Nglanggeran, kini sebagian warga justru tak ingin lagi jadi TKI. Padahal biasanya mereka kerap berangkat ke Malaysia maupun Korea Selatan. Mereka lebih memilih untuk bersama-sama membangun desa wisata Gunung Api Purba Nglanggeran menjadi sumber ekonominya. Berbagai usaha dilakukan para warga, di antaranya mendirikan home stay dan membuka warung makan atau pusat oleh-oleh.
Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Sugeng Handoko menceritakan, dahulu berangkat keluar negeri menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sempat menjadi primadona di Desanya. Sehingga mayoritas masyarakat mencari penghidupan dengan berangkat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Sugeng menjelaskan bahwa ada perubahan trend di tahun 2013, seiring dikembangkannya desa wisata Nglanggeran. Selain itu, berubahnya paradigma berpikir warga juga karena adanya pendampingan dan edukasi dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Sehingga masyarakat tergerak untuk bersama-sama merintis desa wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul.
"Mulai tidak berangkat lagi itu tahun 2013, 2014. Kita satu-satunya desa yang memiliki banyak TKI, yang dikoordinir untuk mengolah aset wisata di desa dan mereka memilih tidak berangkat lagi keluar negeri," tegas Sugeng saat ditemui merdeka.com, Kamis (1/12) kemarin.
Menurutnya, warga yang pernah menjadi TKI memilih tinggal dan mengembangkan desa wisata Nglanggeran dengan menyulap beberapa kamar di rumahnya menjadi Home Stay. Setidaknya ada dua sampai maksimal empat kamar tiap rumah yang mereka sewakan untuk menginap tamu berkunjung ke desa wisata Nglanggeran. "80 persen pemilik Home Stay pernah menjadi TKI," ungkapnya.
Menurut Sugeng, penghasilan bekerja di luar negeri menjadi TKI memang besar. Namun tenaga yang dikeluarkan juga besar selain itu mereka harus meninggalkan sanak saudara yang ada di rumah.
Warga lebih memilih tinggal dan mengembangkan desa wisata selain karena faktor ekonomi juga karena ada kepuasan batin. Warga bisa dekat dengan sanak keluarga dan masyarakat di desanya tetapi tetap mendapatkan penghasilan lewat mengelola pariwisata.
Meskipun demikian, Sugeng memaparkan bahwa hingga saat ini memang masih ada beberapa warga yang berada di luar negeri menjadi TKI. Namun mereka hanya menghabiskan masa kontrak serta niatnya untuk mencari modal. Setelah mendapatkan modal mereka akan kembali dan menginvestasikan dengan membangun rumah sekaligus digunakan untuk home stay atau membuka usaha lain di desa.
"Masih ada, tetapi mereka berangkatnya sudah dulu. Mereka cari modal untuk membangun usaha d irumah, setelah itu untuk kembali berangkat sangat kecil kemungkinannya, karena lebih enjoy di desa membangun usaha," pungkasnya.
[okezone.com]
Traveler
Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda Musnahkan Miras Ilegal
Puncak Jaya-Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda melaksanakan pemusnahan barang bukti Minuman Keras (Miras) ilegal hasil sitaan, bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik
Wakil Panglima TNI Tinjau Pembangunan Yonif TP 936/Satria Joyokusumo dan Situs Bersejarah di Jawa Tengah
Magelang-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melaksanakan peninjauan rehabilitasi dan pembangunan sejumla
Krisis Energi dan Ekonomi Bayang-Bayangi Israel dalam Dua Dekade Mendatang
Pengawas Negara Israel, Matanyahu Englman, memperingatkan bahwa Israel berisiko kehilangan kemandirian energi dalam dua dekade ke depan.Jika tingkat konsumsi saat ini terus berlanjut, negara itu kemun
Soal Pengangkatan Tenaga Ahli oleh Kepala Daerah, Ini Kata Prof Djohermansyah
PEKANBARU-Pakar Otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan menilai pengangkatan tenaga ahli oleh kepala daerah merupakan hal yang lumrah. Hal itu juga menjadi kewenangan kepala daerah dalam menjalankan
Prabowo Respons Kritik Makan Bergizi Gratis Minta Penolak Turun Langsung Jumpai Masyarakat
JAKARTA - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026) diwarnai aksi antusias peserta yang membentangkan spanduk