Dugaan Ribuan Ikan Mati Milik Warga, DLH Rohil Surati PT CPI
Selasa, 27 Okt 2020 19:34
ROKAN HILIR- Dugaan Ribuan bibit ikan yang dibudidayakan dalam kolam kerambah di Sungai Rokan milik seorang warga Teluk Mega Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir mati karena akibat limbah air PT.Cevron Pasifik Indonesia (CPI) yang dibuang ke aliran Sungai Rokan Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir akan menyurati Pihak PT CPI, termasuk soal hasil tes lab tentang sampel limbah yang diambil pihak CPI pada saat kejadian,”Kita menunggu 14 hari kerja semenjak tiom kita bersama Piak PT.CPI Turrun belum lama ini, dan kita juga juga menyurati pT CPI terkaithasil tes sample pasa saat kejadian 3 bulan yang lalu,:kata Kadis DLH, Drs.Swandi S.Sos kepada spiritriau.com Selasa (27/10/2020)
Dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Suwandi SSos, pihaknya menindaklanjuti perihal ini atas tembusan laporan
masyarakat atas nama kelompok budidaya ikan Ulak Ajo Jatuh."Atas tembusan
tersebut maka kita mengambil sampel. Kami juga sudah menyurati pihak
Chevron untuk meminta uji sampel yang pernah dilakukan oleh pihak Chevron
dengan masyarakat," kata Suwandi.
Djelaskan Suwandi, bahwa dugaan limbah CPI ini sejak
lama terjadi, bahkan rentang waktu bulan Juli sampai September rutin terjadi
ikan mati di dalam keramba milik Pokdakan Ulak Ajo Jatuh. Kendati demikian, ada
negosiasi antara pemilik keramba dan pihak Chevron yang saat itu sudah
mengambil sampel, dan informasi akan diselesaikan secara kekeluargaan.
"Sampelnya sudah diambil dan sedang di uji di
laboratorium DLH. Namun sangat disayangkan kejadian ini sudah lama. Walaupun
terlambat karena masyarakat baru melapor dalam bulan Oktober ini, sementara
kejadian matinya ikan sejak bulan Juli, Agustus dan September," ungkapnya.
Sebelumnya, kata Suwandi, terjadi matinya puluhan
ribu ekor ikan dalam kolam keramba milik warga kelompok budidaya ikan Ulak Ajo
Jatuh. Matinya ikan
dalam
kerambah yang berada di pinggiran aliran Sungai Rokan di Kepenghuluan Teluk
Mega, Kecamatan Tanah Putih itu diduga kuat akibat tercemarnya aliran sungai
oleh pembuangan limbah cair PT CPI. yang beroperasi di Kepenghuluan
Sintong Gas Plant.
Untuk
mengetahui penyebab dugaan matinya ikan dalam kerambah, maka tim petugas DLH
Rohil yang dipimpin oleh Kabid Hukum Carlos Rohan SH bersama pihak Managemen PT
CPI disaksikan Pjs Penghulu Teluk Mega Epi Rahman melakukan pengambilan sampel
air dari
aliran
Sungai Rokan dari lima titik lokasi, diantaranya dari lokasi kerambah, pipa
pembuangan limbah PKS PT SRM, pipa air pembuangan limbah PT CPI Sintong GS, dan
air dari hulu sungai Rokan.
Lucunya ketika Sampel limbah yang diminta Alang Ijeh
pada saat kejadian bersama operator PT.CPI dan dirinya untuk diperiksa, Pihak PT CPI dan Pihak DLH
tidak mau , bahkan sampel air limbah
yang diambil pada bulan OKtober itulah
yang akan di periksa, hal itu tentu saja bertolak belakang dan pihak Alang Ijeh
Tidak mau untuk menadatangani berita acara,” Maka mungkin kejadiannya 3 bulan yang
lalu kemudian diambil sampel limbah pada bulan ini, itu tidak masuk diakal dan pekrjaan yang sia-sia, kata Alang Ijeh. Meski demikian Alanag Ijeh
tetap menghormati DLH yangs udah turun
kelapangan.
Terkait
hal itu, Manager Corporate Communication PT Chevron Pacific Indonesia, Sonitha
Poernomo ketika diminta tanggapannya pada Selasa (27/10/2020) mengakan, bahwa
PT. CPI menegaskan komitmen untuk terus memelihara operasi yang selamat,
efisien dan andal dalam kegiatan eksplorasi dan produksi minyak bagi Negara.
Keselamatan seluruh pegawai, masyarakat dan lingkungan merupakan prioritas
utama kami.
Untuk
memastikan kelestarian lingkungan, PT CPI selalu melakukan pemantauan air
limbah setiap hari (temperatur, pH, volume). Pemeriksaan kadar parameter baku
mutu air limbah setiap bulan dilakukan oleh laboratorium pihak ketiga yang
terakreditasi. PT CPI melaporkan secara berkala ke DLHK Rokan Hilir dan pihak
pemerintah terkait lainnya.
PT
CPI memberikan perhatian serius dan menindaklanjuti laporan yang diterima dari
masyarakat.
PT
CPI senantiasa memastikan kadar maksimum air limbah yang sudah diolah memenuhi
ketentuan peraturan yang berlaku (PERMENLH 19/2010).
Lokasi
kejadi di dekat Gathering Station Pager.
PT
CPI menegaskan komitmen untuk terus memelihara operasi yang selamat, efisien
dan andal dalam kegiatan eksplorasi dan produksi minyak bagi Negara.
"Keselamatan seluruh pegawai, masyarakat dan lingkungan merupakan
prioritas utama kami," kata Sonitha.
Lanjutnya,
untuk memastikan kelestarian lingkungan, PT CPI selalu melakukan pemantauan air
limbah setiap hari (temperatur, pH, volume). Pemeriksaan kadar parameter baku
mutu air limbah setiap bulan dilakukan oleh laboratorium pihak ketiga yang
terakreditasi. PT CPI melaporkan secara berkala ke DLHK Rokan Hilir dan pihak
pemerintah terkait lainnya.
"PT
CPI memberikan perhatian serius dan menindaklanjuti laporan yang diterima dari
masyarakat, dan PT CPI senantiasa memastikan kadar maksimum air limbah yang
sudah diolah memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku (PERMENLH 19/2010),"
pungkas Sonitha (jon)