Kamis, 26 Mar 2026
Keluhan Warga Disaat Panen Sawit Lahan Dalam Keadaan Banjir
Jumat, 21 Okt 2022 09:51
(Foto: Jonathan Surbakti)
ROKAN HILIR-Juhanda (58) warga Kelurahan Banjar XII Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Riau ini mengeluh saat panen sawitnya dikebunnya dalam keadaan banjir, “Banjir akhir-akhir ini membuat kita susah panen,serta mengangkut hasil panen, ditambah lagi harga sawit masih saat ini masih murah,”kata Juhanda kepada media ini Rabu (19/10/2022).
Wanda begitu panggilannya akrabnya mengatakan bahwa, panen sawit pada areal lahannya dengan luas 2 Ha tepatnya di Bukit Tengkorak ini, dengan menggunakan trasnportasi sepeda motor, karena mobil tidak bisa masuk lokasi kebun.
Wanda menggunakan sepeda motor menuju kebun sawitnya dengan jarak tempuh sekitar 4 km dari rumahnya. Namun tidak mulus untuk menuju kelahannya tersebut, dia harus berjuang panjang, karena kondisi jalan yang rusak parah ditambah lagi banjir menggenangi sepanjang jalan hingga dilahannya.
Meski demikin Wanda tetap semangat bekerja demi menghidupi keluarganya. Wanda membayar tukang panen sebanyak 4 orang. Sementara untuk menlangsir Tandan Buah Segar (TBS) yang sudah dipanen dari lahan ke jalan besar, dia harus bersusah payah membawa sepeda motornya dengan muatan dikeranjang yang telah ia sediakan,”Beginilah susahnya kalau kita panen disaat musim hujan, ditambah lagi harga sawit masih murah,”kata Wanda dengan nada sedih.
Menurut Wanda, harga sawit yang dia jual kepada taokenya berkisaran Rp.1.800/kg, sementara dana yang harus ia keluarkan untuk pemanen sawitnya sebesar Rp.300/kg, belum lagi uang makan rokok dan snack, dengan kondis kebun yang jauh tersebut, untuk biaya perawatan mulai dari pupuk hingga saat panen yang menguras tenaga, serta memerlukan biaya yang cukup tinggi.Wanda merasa tidak sebanding dengan penghasilan yang ia peroleh untuk panen setiap 20 hari sekali (jonathan surbakti)
komentar Pembaca