selebriti
Takut Mati, Jhody Super Bejo Putuskan Hijrah
Sabtu, 04 Mei 2019 14:31
JAKARTA – Sejak 3 tahun terakhir, penyanyi dan presenter Jhody Sumantri memutuskan untuk mendalami agama Islam. Personel Super Bejo yang sempat populer pada era ྖ-an itu menjalani hidup baru yang lebih baik.
Kepada Okezone, Jhody menuturkan perjalanan hijrahnya bermula saat dia mengalami serangan jantung, pada Oktober 2016. Penyakit itu, memaksa pelantun Gue Ingin tersebut memakai tiga ring serta dua balon pada jantungnya.
Jhody mengungkapkan, penyakit jantung membuatnya begitu dekat dengan kematian. "Saat itu, banyak hal berkeliaran di kepala gue. 'Siap enggak ya kalau dipanggil sama Allah?'" ujarnya saat ditemui Okezone di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Lebih lanjut rekan duet Teuku Edwin tersebut mengatakan, "Siap di sini, apakah saya punya bekal yang cukup untuk menghadap Allah? Malaikat maut bisa kapan saja menemui kita."
Hijrah menjadi proses Jody Super Bejo untuk membekali dirinya menuju kematian. Perlahan, dia mulai memperbaiki diri dengan menjalankan salat lima waktu dan meningkatkan amalan sunah.
Beruntung, Jody bertemu dengan kerabat yang kemudian menuntunnya dalam proses hijrah tersebut. Kala itu, dia disarankan untuk menjalankan terapi tahajud selama 40 hari sebagai bentuk permohonan ampun kepada Tuhan.
"Alhamdulillah, semakin kemari saya bisa merasakan nikmatnya tahajud dan melaksanakan ibadah sunah lainnya," ungkap Jhody.
Dalam proses hijrahnya tersebut, Jhody mengaku, mendapatkan beberapa cobaan keimanan. Salah satunya datang dari Edwin, rekannya di Super Bejo. "Sebenarnya, gue mau tahu ini orang tobatnya benaran atau hanya main-main? Manusia saja enggak suka dipermainkan, apalagi Allah kan?" ujar Edwin.
Lalu bagaimana Edwin mengetes keimanan sahabatnya itu? "Setiap dia ingin melakukan sesuatu yang baik, gue gangguin terus. Sampai akhirnya dia marah dan dari situ gue tahu bahwa Jhody serius dengan tobatnya," ungkapnya menambahkan.
Setelah berhijrah, Jhody mengaku, lebih selektif dalam memilih pekerjaan di dunia entertainment. Selebihnya, pria 49 tahun tersebut memilih untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan.
"Istilahnya itu BBM, bolak balik masjid. Jadi yang dilakukan macam-macam. Alhamdulillah, Allah mengaruniai saya suara yang mumpuni untuk menjadi muadzin dan berkeliling untuk berbagi pengalaman," ujar Jhody.*
Pegawai PNM Pelalawan Tenggelam di Sungai Indragiri saat Survei Kebun
RENGAT-Diduga akibat sarat muatan, pegawai lembaga pembiayaan non-bank Pemodalan Nasional Madani (PNM) Ukui Kabupaten Pelalawan Ardi Yahya (34) tenggelam di Sungai Indragiri. Persisnya di Desa Pasir S
Rumah Petak dan Mobil Pikap Ludes Terbakar di Marpoyan Damai
PEKANBARU-Satu unit rumah petak dan sebuah mobil pikap terbakar di Jalan Mesjid Sirathal Mustakim, RT 004 RW 014, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Selasa (19/5/20
Bhabinkamtibmas Beri Motivasi Petani Cabai untuk Tingkatkan Hasil Panen
PELALAWAN â€" Jajaran Polres Pelalawan melalui Polsek Pangkalan Lesung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah hukumnya. Salah satu upaya tersebut dilakukan d
FBN Riau Dilantik, Kepala Kesbangpol Harap Jadi Garda Terdepan Cegah Degradasi Moral dan Peredaran Narkoba
PEKANBARU-Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rahmat hadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Riau. Kegiatan ini dirangkai
Orgen Tunggal Malam di Deluk, Polisi Amankan Seorang Pengguna Narkoba
BENGKALIS-Satres Narkoba Polres Bengkalis bersama Tim Raga, Samapta Polres Bengkalis serta gabungan personel Polsek Bantan mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengguna perusak saraf jenis sab