Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • 1 Dolar Sudah Tembus 17 Ribu Rupiah, Ekonom Ungkap Potensi Kenaikan Harga

Ekbis

1 Dolar Sudah Tembus 17 Ribu Rupiah, Ekonom Ungkap Potensi Kenaikan Harga

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 10 Mar 2026 14:35
(Net)
JAKARTA - 1 Dolar (USD) sudah tembus Rp17 ribu yang menjadikan penurunan tertinggi mata uang rupiah. Diketahui, Pada awal perdagangan pekan ini, nilai tukar (kurs) rupiah kembali menunjukkan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan, Rupiah tercatat turun sebesar 76 poin atau sekitar 0,45 persen sehingga berada di posisi Rp17.001 per USD.

Ekonom Permata Bank, Joshua Pardede menilai bahwa secara umum pelemahan rupiah ke kisaran Rp17 ribu memang meningkatkan risiko kenaikan harga, tetapi kenaikannya tidak selalu serentak dan tidak langsung terjadi pada semua barang.

“Kurs acuan Bank Indonesia pada 9 Maret 2026 tercatat Rp16.974 per dolar Amerika Serikat. Bank Indonesia juga menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar dapat mendorong kenaikan harga karena biaya barang dari luar negeri menjadi lebih mahal,” kata Joshua  Selasa (10/3/2026).

Dia menjelaskan, kondisi inflasi pada Februari 2026 sudah mencapai 4,76 persen, alhasil ruang pelaku usaha untuk menahan kenaikan biaya menjadi semakin sempit, sehingga tekanan harga ke konsumen berpotensi bertambah bila pelemahan rupiah bertahan cukup lama.

Menurutnya, dampak yang paling cepat terasa biasanya ada pada barang yang bahan bakunya masih banyak didatangkan dari luar negeri, barang jadi impor, serta komoditas yang sangat bergantung pada ongkos angkut.

“Untuk energi, aturan Kementerian ESDM menyebut perhitungan harga dasar bahan bakar minyak bulanan memakai harga pasar dan nilai tukar rupiah, sehingga bila rupiah lemah bertahan, tekanan terhadap ongkos distribusi dan transportasi akan membesar,” jelasnya.

Hanya saja, bahan pokok domestik tidak otomatis bisa langsung naik setinggi itu. Sebab, pergerakannya juga sangat ditentukan oleh panen, pasokan, dan kelancaran distribusi.

Menurutnya, Badan Pangan Nasional saat ini masih mencatat ketersediaan minyak goreng, gula, cabai, bawang, telur, dan daging berada dalam kondisi surplus, sehingga bantalan pasokan masih ada.

“Pelemahan rupiah bisa mendorong kenaikan harga barang dan sebagian bahan pokok, terutama yang terkait angkutan dan energi, tetapi besarnya dampak akan sangat ditentukan oleh lamanya pelemahan rupiah, kebijakan harga energi, dan kemampuan pemerintah menjaga pasokan pangan,” tukas dia.

Sumber: (RiauPos.Co)

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 08:33

    IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini

     Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela

  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.