Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Dua Pekan Jelang Lebaran, Harga Cabai dan Bawang di Pekanbaru Masih Stabil

Ekbis

Dua Pekan Jelang Lebaran, Harga Cabai dan Bawang di Pekanbaru Masih Stabil

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 06 Mar 2026 08:32
(FotoGoriau.com)
PEKANBARU - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Cik Puan, Kota Pekanbaru, terpantau masih relatif stabil dua pekan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Komoditas penting seperti cabai merah dan bawang merah belum menunjukkan lonjakan harga yang signifikan di tingkat pedagang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (5/3/2026), cabai merah Medan dijual sekitar Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, untuk cabai merah asal Bukittinggi yang biasanya menjadi primadona masyarakat berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.

Untuk komoditas bawang merah, pedagang mematok harga berdasarkan ukurannya. Bawang ukuran besar dijual seharga Rp32.000 per kilogram, ukuran sedang Rp28.000 per kilogram, dan ukuran kecil sekitar Rp24.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang, Ayu, mengungkapkan bahwa harga beberapa jenis cabai lainnya juga masih berada pada kisaran normal. Cabai hijau besar dijual Rp24.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit setan yang dikenal pedas mencapai Rp60.000 per kilogram.

"Rawit hijau runcing sekitar Rp48.000 per kilogram, sementara rawit hijau biasa Rp40.000 per kilogram," ujar Ayu.

Meski harga masih stabil, ia menyebut aktivitas jual beli di pasar belum mengalami peningkatan yang berarti. Menurutnya, pembeli yang datang saat ini masih didominasi oleh kalangan rumah tangga dalam jumlah kecil.

"Jual beli agak sepi. Biasanya yang banyak beli dari rumah makan atau kantin. Sekarang lebih banyak dari rumah tangga saja," katanya.

Sementara itu, pedagang kelapa, Anton, menjelaskan bahwa harga kelapa saat ini masih berada di kisaran Rp7.000 per butir. Ia memprediksi kenaikan harga baru akan terjadi saat mendekati hari H Lebaran, tergantung pada kelancaran distribusi.

"Sekarang kelapa masih Rp7.000. Kalau jelang Lebaran bisa saja naik, tergantung distribusi. Kalau lancar biasanya aman," jelas Anton.

Anton menambahkan, sebagian besar pasokan kelapa miliknya didatangkan dari Pariaman, Sumatera Barat, serta tambahan pasokan dari Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Selama Ramadan, permintaan kelapa memang cenderung meningkat namun stok masih mencukupi kebutuhan warga. 
Sumber: GoRiau.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 08:33

    IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini

     Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela

  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.