Rabu, 27 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Emas 3 Kilogram di Apartemen Rahasia, Menkeu Purbaya Akui Anak Buah Masih Hobi Terima Uang

Berita

Emas 3 Kilogram di Apartemen Rahasia, Menkeu Purbaya Akui Anak Buah Masih Hobi Terima Uang

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 07 Feb 2026 08:53
(FotoGoriau.com)
JAKARTA â€" Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meluapkan kekecewaannya setelah mendapati fakta bahwa upaya pembersihan internal di kementeriannya masih jauh dari harapan. Ia secara blak-blakan menyinggung temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai adanya rumah aman atau safe house milik oknum pegawai Bea Cukai yang digunakan untuk menimbun harta hasil korupsi.

Temuan miris ini mengungkap bahwa oknum pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sengaja menyewa apartemen di Jakarta khusus sebagai gudang penyimpanan uang tunai hingga logam mulia.

"Artinya ada sebagian pegawai kita belum menjalankan pekerjaannya dengan baik dan lurus. Masih ada yang terima uang, ada safe house katanya, ada emas tiga kilo dan lain-lain. Artinya kita masih belum bersih," tegas Purbaya di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Purbaya menilai keberadaan safe house tersebut merupakan bukti nyata kegagalan pengawasan melekat di lingkungan Kemenkeu. Ia memperingatkan jajaran pimpinan untuk tidak lagi menutup mata terhadap perilaku menyimpang bawahannya yang terus berulang, baik di sektor pajak maupun bea cukai.

"Ke depan teman-teman memperbaiki image bea cukai dan pajak. Yang pajak kan kena di Kalimantan, bea cukai di Jakarta. Ini terjadi berkali-kali dan kalau kita tidak hati-hati akan terjadi terus," ungkapnya dengan nada keras.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sebelumnya membeberkan bahwa para oknum yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut memang telah menyiapkan tempat penyimpanan khusus untuk mengamankan hasil kejahatannya agar tidak terdeteksi oleh otoritas berwenang maupun keluarga.

"Diduga para oknum ditjen bea cukai ini menyiapkan safe house untuk menyimpan barang-barang seperti uang, logam mulia. Disiapkan secara khusus," papar Budi.

Merespons sengkarut ini, Menkeu Purbaya menjanjikan perombakan besar-besaran melalui rotasi jabatan dalam waktu dekat. Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir untuk memutus mata rantai korupsi yang dianggap telah mengakar dan merusak kepercayaan publik terhadap pengelola keuangan negara.(grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.