Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran Stabil, Operasi Pasar Masih Terus Berjalan

Ekbis

Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran Stabil, Operasi Pasar Masih Terus Berjalan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 14 Mar 2026 11:20
(FotoMediaCenterRiau)
PEKANBARU - Menjelang masuknya hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga bahan pokok diwilayah Riau secara umum terpantau stabil dan terkendali, termasuk selama bulan Ramadan. Kestabilan harga bahan pokok ini tidak terlepas dari dukungan pasokan yang aman dari berbagai daerah, termasuk operasi pasar yang telah dijalani.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM), Taufik OH, menyampaikan, operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi terutama akibat kenaikan harga. Sehingga harga yang asa di pasar dapat ditekan sesuai dengan harga yang telah ditetapkan. 

“Untuk harga bahan pokok di wilayah Riau masih stabil, dan operasi pasar yang telah kita jalani selama ini sangat membantu masyarakat. Operasi pasar dijalan di beberapa Kabupaten Kota, seperti di Pekanbaru, Dumai, Kampar, Siak dan daerah lainnya. Operasi pasar ini akan terus dijalankan hingga situasi normal,” ujar Taufik OH, Sabtu (14/3).

Dijelaskan Taufik, meskipun terdapat kenaikan terhadap beberapa bahan pokok seperti daging dan cabai serta minyak goreng, namun tidak mempengaruhi harga komoditas bahan pokok lainnya. Pemerintah menjamin ketersediaan stok melalui pantauan rutin masih tetap aman. 

“Biasanya menjelang Lebaran ini ada kebaikan namun tidak begitu tinggi. Beberapa komoditas seperti daging masih stabil di harga Rp100-120 ribu per kilogram, tapi daging frozsn masih normal. Data dari rumah potong normal kebutuhan setiap harinya. Kebutuhan meningkat  tapi tidak ada penambahan,” jelasnya. 

“Kalau harga cabai masih di harga Rp48-Rp50 ribu, kalau minyak goreng yang sedang ada juga pengecer menjual sampai Rp17 ribu, termasuk minyak kita. Kita menghimbau pengecer jangan jual diharga Rp17 ribu, kita sudah memantau di pengenceran ada yg Rp16,5 ribu dan Rp17 ribu, seharusnya  diharga Rp15.700 ribu. Tapi untuk kebutuhan minyak goreng premium banyak kita di pasok oleh Bulog,” tambahnya. 

Taufik OH juga menghimbau kepada masyarakat untum tidak panik buying dalam menghadapi kenaikan harga yang tidak signifikan ini. Seperti biasanya setiap ajari besar agama akan ada kenaikan harga. Dan pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok hingga Lebaran dan sesudah lebaran masih akan aman.

“Pemprov Riau akan terus menjamin kebutuhan bahan pokok menjelang levaran dan sesudah Lebaran, termasuk harga juga akan stabil. Jika terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan kita akan secepatnya berkoordinasi dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Sumber: (MediaCenterRiau)

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 08:33

    IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini

     Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela

  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.