Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • IHSG Anjlok 7,89%, Purbaya: Ini Waktu Tepat Beli Saham, Jangan Takut

Ekbis

IHSG Anjlok 7,89%, Purbaya: Ini Waktu Tepat Beli Saham, Jangan Takut

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 07 Mar 2026 09:47
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pekan ini, turun sebesar 7,89%. Indeks kini berada di level 7.500-an setelah sebelumnya sempat bertahan di level psikologis 8.200.

Menanggapi anjloknya IHSG, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sentimen negatif ini dipicu oleh keputusan lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, yang merevisi prospek (outlook) utang Indonesia dari “Stabil” menjadi “Negatif”.

Meski pasar bereaksi negatif, Purbaya menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan tidak mengalami perubahan struktural yang signifikan. Menurutnya, Indonesia justru berada dalam tren percepatan pertumbuhan.

Jadi tidak perlu takut, S&P, Fitch yang mengeluarkan outlook negatif. Jika digabung dengan kondisi global, saham turun, perusahaan terdampak. Namun fondasi kita masih kuat, tidak ada yang berubah. Kita masih dalam fase akselerasi pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya dalam Media Briefing dan Buka Puasa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Purbaya menilai koreksi harga saham domestik merupakan fenomena jangka pendek akibat persepsi lembaga rating. Ia justru melihat penurunan ini sebagai peluang investasi yang menarik bagi masyarakat dan pelaku pasar, serta meminta publik untuk tidak panik.

"Kalau saham turun lagi, itu sebenarnya saat yang tepat untuk membeli. Jadi tidak perlu takut," ujarnya.
Merespons rentetan peringatan dari berbagai lembaga keuangan global, termasuk S&P, Moody’s, Goldman Sachs, dan MSCI, Purbaya menegaskan pemerintah terus bekerja menutup celah kelemahan dalam postur ekonomi nasional.

Sebagai Bendahara Negara, ia secara aktif memantau dinamika pasar dan parameter fiskal untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

"Fondasinya sedang diperbaiki, saya terus memonitor kelemahan-kelemahan ekonomi. Yang jelas, perbaikan akan terus dilakukan ke depan," jelasnya.

Sebagai informasi, Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit utama Indonesia pada level BBB (Investment Grade), namun mengubah prospeknya menjadi Negatif. Revisi ini mencerminkan kekhawatiran terkait ketidakpastian kebijakan bauran ekonomi di masa depan serta potensi tekanan fiskal, menjadi catatan serius bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ambisi pertumbuhan yang tinggi.
Sumber: (Okezone.com)

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 08:33

    IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini

     Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela

  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.