Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Inflasi Riau Februari 2026 Capai 5,30 Persen, Tertinggi di Tembilahan

Ekbis

Inflasi Riau Februari 2026 Capai 5,30 Persen, Tertinggi di Tembilahan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Mar 2026 09:46
(FotoMediaCenterRiau)
PEKANBARU " Inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Provinsi Riau pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,06.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Asep Riyadi, Senin (2/3/2026), menjelaskan bahwa inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 7,32 persen dengan IHK 113,24. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Kampar sebesar 5,14 persen dengan IHK 112,90.

“Pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Riau sebesar 5,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,06. Inflasi tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 7,32 persen dengan IHK sebesar 113,24 dan terendah terjadi di Kabupaten Kampar, dimana terjadi inflasi y-on-y sebesar 5,14 persen dengan IHK sebesar 112,90,” ujar Asep.

Secara bulanan (month to month/m-to-m), Riau mengalami inflasi sebesar 0,32 persen. Namun secara tahun kalender (year to date/y-to-d), Riau justru mengalami deflasi sebesar 0,12 persen.

Asep menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 19,60 persen, disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 16,27 persen.

Kemudian kelompok pendidikan sebesar 5,05 persen; makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,90 persen; pakaian dan alas kaki sebesar 2,37 persen; kesehatan sebesar 2,08 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,97 persen; transportasi sebesar 0,61 persen; serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,07 persen.

“Di sisi lain dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,99 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,10 persen,” jelasnya.

Secara umum, perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 menunjukkan adanya kenaikan. IHK meningkat dari 106,42 pada Februari 2025 menjadi 112,06 pada Februari 2026.

Sejumlah komoditas dominan yang memberikan andil inflasi y-on-y antara lain tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, ayam hidup, akademi/perguruan tinggi, bawang merah, ikan serai, sewa rumah, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, Sigaret Kretek Mesin (SKM), telur ayam ras, beras, sepeda motor, nasi dengan lauk, dan tomat.

Sementara komoditas yang menyumbang deflasi y-on-y di antaranya cabai merah, kentang, cabai rawit, bensin, bawang putih, sabun detergen bubuk, tarif parkir, minyak goreng, terong, masker, jengkol, sabun cair/cuci piring, ikan baung, kacang panjang, susu bubuk balita, bahan bakar rumah tangga, dan pengarum cucian.

Untuk inflasi bulanan (m-to-m), komoditas yang dominan menyumbang inflasi antara lain emas perhiasan, cabai merah, tomat, daging ayam ras, jengkol, SKM, tarif dokter spesialis, udang basah, mobil, dan daging sapi.

"Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m di antaranya bawang merah, cabai rawit, bayam, telur ayam ras, buncis, bensin, sawi putih, cabai hijau, sawi hijau, ayam hidup, ketimun, kacang panjang, dan kangkung," jelasnya.

Pada Februari 2026, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil inflasi y-on-y terbesar yakni 1,89 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,45 persen serta makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,28 persen.

Kelompok pendidikan menyumbang 0,24 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,21 persen; pakaian dan alas kaki 0,14 persen; transportasi 0,08 persen; serta kesehatan 0,06 persen.

Sementara itu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga menjadi satu-satunya kelompok yang menyumbang deflasi y-on-y sebesar 0,05 persen.
"Adapun kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan serta rekreasi, olahraga dan budaya tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi maupun deflasi," tandasnya.

Sumber: (MediaCenterRiau)

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 08:33

    IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini

     Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela

  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Rabu, 08 Apr 2026 17:49

    PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional

    Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po

  • Rabu, 18 Mar 2026 16:28

    Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya

    RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:28

    Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

    JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.