Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Mentan: Ada yang Minta Fee di Pertanian, Lapor Saya!

Ekonomi,

Mentan: Ada yang Minta Fee di Pertanian, Lapor Saya!

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 21 Agu 2025 11:48
Berita satu.com
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terlibat aktif untuk percepatan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan nasional.

Amran pun meminta kepada para pengusaha untuk melaporkan kepadanya apabila dalam proses kolaborasi terdapat oknum di Kementan yang meminta biaya untuk memuluskan proyek, atau 'bagi-bagi jatah fee'. Dia memastikan tidak akan memberikan pintu maaf dan akan memecat oknum yang bersangkutan jika ada.

“Pasti aku pecat kalau ada yang minta fee di pertanian. Aku dapat, dan aku pecat. Tidak ada peringatan di sana. Saya tutup pintu peringatan,” ujar Amran pada Rakonas Kadin Indonesia Bidang Koperasi dan UMKM 2025 yang diselenggarakan di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Dia mengungkapkan, gotong royong pemerintah dan pengusaha sangat penting dalam memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Amran menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menjalankan program besar berupa pengembangan komoditas perkebunan strategis.

Komoditas yang akan dikembangkan meliputi kelapa, kakao, mete, tebu, pala, kopi, dan lada, serta lainnya. Jumlah yang dianggarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian mencapai triliunan rupiah. Sehingga sudah selayaknya para pengusaha dapat terlibat untuk berkolaborasi.

Dia melanjutkan, Kementan telah menyiapkan anggaran Rp 8 triliun untuk mendukung program pengembangan sektor perkebunan. Dukungan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga untuk memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

“Insyaallah nanti akan melibatkan sekitar satu juta tenaga kerja. Tujuannya agar nilai tambah dari sektor perkebunan dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat luas,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan percepatan hilirisasi untuk semua sektor komoditas, termasuk produk pertanian atau perkebunan. Menurutnya, program hilirisasi sangat penting untuk mendongkrak nilai ekonomi produk unggulan dari Indonesia.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

e
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • Jumat, 17 Apr 2026 10:08

    Antisipasi Tindak Kriminal, Polres Dumai Melalui Polsek Jajaran Melaksanakan Penggalangan

    DUMAI-Kegiatan penggalangan terhadap masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Dumai guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Pada Kamis, 16 April 2026, para Kapolsek di wilayah huk

  • Jumat, 17 Apr 2026 09:18

    Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau

    PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada

  • Kamis, 16 Apr 2026 18:01

    Pasutri di Rohil Ditangkap Edarkan Sabu

    Pujud-Tim Reskrim Polsek Pujud kembali mengungkap peredaran narkotika di wilayah hukumnya dengan menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang diduga sebagai pengedar sabu di Pondok Kresek, Kecamatan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.