Senin, 27 Jul 2026
Ekonomi,
Perry Warjiyo Mundur Mendadak, Nilai Tukar Rupiah Tergelincir ke Rp17.960
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 27 Jul 2026 13:32
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terpaksa mengawali perdagangan awal pekan di zona merah akibat sentimen ketidakpastian kepemimpinan di otoritas moneter Indonesia. Mengutip data Refinitiv saat pembukaan perdagangan Senin (27/7/2026), mata uang Garuda langsung melorot ke posisi Rp17.960 per dolar AS. Rupiah terdepresiasi sebesar 0,14 persen, melanjutkan tren negatif dari penutupan akhir pekan lalu, Jumat (24/7/2026), yang melemah 0,25 persen di level Rp17.935 per dolar AS.
Pelemahan nilai tukar ini murni dipicu oleh dinamika dari dalam negeri, mengingat indeks dolar AS (DXY) justru sedang mengalami pelemahan. Tercatat pukul 09.00 WIB, DXY terkoreksi 0,3 persen ke level 101,164. Keputusan Perry Warjiyo yang memilih mundur secara sukarela dari kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Sabtu (25/7/2026) dengan alasan pribadi memicu reaksi cepat dari para pelaku pasar. Surat permohonan pengunduran diri tersebut diketahui telah dilayangkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Mundurnya sosok yang menakhodai BI sejak 2018 ini terbilang mendadak karena beberapa hari sebelumnya ia masih memimpin konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode Juli 2026 yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen. Merespons situasi ini, Dewan Gubernur BI bergerak cepat menggelar rapat darurat pada Minggu (26/7/2026) untuk memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan. Berdasarkan rapat tersebut, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur BI Sementara.
"Bank Indonesia akan selalu memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegasnya dalam keterangan resmi Senin pagi untuk menenangkan kecemasan pasar.
Di luar dinamika domestik, kondisi global sebenarnya sempat memberi sentimen positif bagi mata uang negara berkembang setelah Amerika Serikat menghentikan sementara serangan udaranya terhadap Iran akhir pekan lalu. Namun, fokus pasar global kini terbagi oleh agenda pertemuan The Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berakhir pada Rabu (29/7/2026). Berdasarkan kalkulasi CME FedWatch Tool, pasar melihat ada peluang sebesar 36,3 persen bagi bank sentral AS tersebut untuk mengerek suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/perry-warjiyo-mundur-mendadak-nilai-tukar-rupiah-tergelincir-ke-rp17960.html
komentar Pembaca