Senin, 27 Jul 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Produksi Minyak Nasional Sempat Terpukul, SKK Migas Ungkap Rangkaian Kendala dan Upaya Pemulihan di Blok Rokan

Ekbis

Produksi Minyak Nasional Sempat Terpukul, SKK Migas Ungkap Rangkaian Kendala dan Upaya Pemulihan di Blok Rokan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 27 Jul 2026 13:28
PEKANBARU â€" Produksi minyak nasional sepanjang tahun ini sempat menghadapi tekanan cukup berat akibat serangkaian gangguan infrastruktur energi. Kondisi tersebut membuat target produksi nasional meleset dan berdampak pada pasokan energi dalam negeri. Meski demikian, pemerintah bersama SKK Migas, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), serta para pemangku kepentingan terus melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan agar produksi kembali meningkat.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius atau yang akrab disapa Abas, menjelaskan pemerintah saat ini berupaya memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk memastikan tidak ada lagi potensi produksi minyak yang luput dari perhitungan produksi nasional.


"Saat ini pemerintah berusaha agar tidak ada lagi potensi produksi minyak yang luput dari perhitungan sebagai produksi nasional. Bahkan sumur-sumur masyarakat juga mulai didata dan dioptimalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pasokan minyak nasional," ujarnya saat ngopi bersama wartawan di salah satu kafe di Pekanbaru, Senin (27/7/2026).

Menurut Abas, optimalisasi sumur masyarakat juga dilakukan di wilayah Sumatera Bagian Utara, terutama di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, serta sebagian wilayah Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi sesuai arahan Presiden.


Namun, tantangan besar muncul pada awal tahun ketika terjadi gangguan pada pipa penyalur gas dari Sumatera Selatan. Gangguan itu memicu efek domino terhadap kegiatan operasi hulu migas dan berdampak langsung pada produksi minyak nasional.

"Akibat gangguan tersebut, produksi minyak nasional sempat turun hingga sekitar 570 ribu barel per hari (BOPD). Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, Indonesia diperkirakan kehilangan produksi sekitar 3 juta hingga 3,5 juta barel minyak," jelasnya.

Salah satu wilayah yang paling terdampak adalah Blok Rokan. Saat itu kemampuan produksi hanya mencapai sekitar 20 hingga 30 persen dari kapasitas normal, dengan produksi berada di kisaran 40 ribu hingga 50 ribu barel per hari. Dampaknya juga dirasakan sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain yang bergantung pada pasokan listrik dan utilitas dari kawasan Rokan, sehingga produksi mereka turut berkurang sekitar 10 ribu barel per hari.

Abas menjelaskan gangguan tersebut terjadi pada semester pertama, khususnya periode Januari hingga Maret, ketika proses pemulihan masih berlangsung.

Belum sepenuhnya pulih, industri hulu migas kembali dihadapkan pada kendala lain berupa kerusakan sistem pembangkit listrik yang menjadi penopang utama operasional lapangan migas. Gangguan tersebut kembali menghambat upaya peningkatan produksi yang sebelumnya mulai menunjukkan tren positif.

"Meski demikian, kondisi mulai membaik sejak pertengahan Mei hingga Juni. Produksi Blok Rokan yang sebelumnya sempat tertekan perlahan meningkat hingga berada pada kisaran 130 ribu hingga 135 ribu barel per hari," katanya.

Dalam beberapa pekan terakhir, tren pemulihan terus berlanjut. Produksi Blok Rokan kini telah kembali menyentuh sekitar 140 ribu hingga 141 ribu barel per hari, meski masih berada di bawah target yang telah ditetapkan.

SKK Migas menargetkan produksi Blok Rokan dapat kembali mencapai kisaran 154 ribu hingga 160 ribu barel per hari, dengan syarat sistem pembangkit listrik dapat beroperasi secara normal.

Saat ini, PLN bersama anak usahanya yang menangani pembangkit listrik di kawasan tersebut terus bekerja mempercepat perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan. Proses pemulihan dilakukan secara intensif dengan dukungan SKK Migas dan PHR.

"Listrik menjadi penopang utama kegiatan operasi hulu migas. Karena itu kami berharap proses pemulihan pembangkit dapat segera selesai sehingga target produksi bisa kembali dikejar," ungkapnya.

Di sisi lain, PHR juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar gangguan serupa tidak kembali menghambat operasi di masa mendatang. Penguatan infrastruktur, termasuk sistem distribusi energi dan pembangkit listrik, menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Abas menegaskan, SKK Migas mengapresiasi seluruh pihak, khususnya PHR, yang terus bekerja menjaga keberlangsungan operasi di tengah berbagai tantangan.

"Blok Rokan saat ini masih menjadi tulang punggung produksi minyak nasional. Karena itu seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama agar target produksi yang diamanatkan pemerintah dapat tercapai,"(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/produksi-minyak-nasional-sempat-terpukul-skk-migas-ungkap-rangkaian-kendala-dan-upaya-pemulihan-di-blok-rokan.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki