Rabu, 03 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Curi Jendela Demi Sarapan Pagi, Pengamen Ini Diikat Warga di Tiang Listrik

Curi Jendela Demi Sarapan Pagi, Pengamen Ini Diikat Warga di Tiang Listrik

Kamis, 17 Des 2015 16:36
MH, usai diamankan di kantor polisi
PEKANBARU - Warga Jalan Sari Mulia, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (17/12/2015) pagi tadi, dibuat geram oleh ulah seorang pengamen berinisial MH (23). Kenapa tidak, MH ketahuan 'nyuri' jendela rumah warga, demi mengisi perutnya yang keroncongan.

Aksi MH ini terbilang nyeleneh. Dengan usaha keras, ia nekat membongker jendela rumah yang saat kejadian sedang kosong tak berpenghuni. Namun apadaya, MH ketahuan warga, pada saat akan membawa kabur barang curiannya. Diapun tak bisa berkelit lagi.

Warga yang kesal rupa-rupanya punya cara khusus untuk menghukum MH. Bukan dengan jalan digebuki, melainkan dengan mengikatnya ke tiang listrik. Beruntung tim Opsnal Polsek Bukit Raya Pekanbaru cepat mendatangi lokasi, dan membawanya ke Mapolsek untuk diproses.

"Lapar saya bang, rencananya jendela itu mau dijual buat beli sarapan. Ada yang mau beli, mereka tawar Rp20 ribu. Kan lumayan buat isi perut dan beli rokok," ungkap MH, yang tampak memiliki tato bertuliskan mom and dad ini, di kantor polisi, Kamis (17/12/2015) siang.

MH mengaku berprofesi sebagai pengamen, dengan penghasilan perhari Rp40 ribu. Uang segitu, diakui warga kelahiran Pariaman Sumatera Barat ini tidak cukup untuk hidupnya sehari-hari. "Nggak cukup bang. Semalam juga sepi, jadi paginya tak punya uang buat sarapan," kisah dia.

"Saya berdua sama kawan. Cuma kawan itu sudah kabur. Rencananya jendela tersebut mau dijual ke tukang penampung besi bekas," akui MH. "Baru kali ini. Mau curi yang lain tapi rumahnya kosong (tak ada barang lainnya,red). Jadi saya ambil saja jendelanya," katanya.

Terkait ini, Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Ipda M Bahari Abdi, yang ditemui di ruangannya mengatakan, bahwa rumah yang disasar MH, memang dalam keadaan kosong. Rumah ini diketahui milik seorang dokter. "Sudah kita amankan dan proses yang bersangkutan, berikut dengan barang buktinya," singkat dia.(grc)
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2026 17:49

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, 800 Warga Puncak Jaya Kirab Bendera 50 Meter

    Puncak Jaya-Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, diwarnai dengan aksi kolosal pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 50 meter, Senin (1/6/2026). Aksi Ki

  • Selasa, 02 Jun 2026 17:44

    Hutan Adat Imbo Putui Suguhkan Keseimbangan Ekonomi dan Alam Berkelanjutan

    Kampar-Hutan Adat Imbo Putui di Desa Petapahan, Kabupaten Kampar, kini hadir menjadi destinasi wisata alam pilihan berbasis konservasi unggulan di Provinsi Riau. Melalui Program Desa Wisata, kawasan y

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:30

    Jelang Musim Kemarau, RAPP Dukung Upaya Pemkab Pelalawan Perkuat Pencegahan Karhutla .

    PANGKALAN KERINCI-Menjelang musim kemarau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Kantor

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:22

    26 Tahun Dimakamkan, Jenazah Abu Zamroh Warga Inhu Riau Ditemukan Masih utuh Saat Pemindahan Makam

    Saat sang ayah meninggal dunia, Miyos baru saja menyelesaikan pendidikan SMP dan berusia sekitar 15 tahun.Ia masih mengingat kondisi keluarga mereka saat itu yang hidup dalam kondisi susah.Rumah seder

  • Selasa, 02 Jun 2026 16:00

    Pasca Libur Idul Adha, Permohonan Paspor di Imigrasi Bengkalis Tetap Normal

    BENGKALIS-Pelayanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis pasca libur bersama Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi terpantau berjalan normal tanpa adanya lonjakan signifikan, baik untuk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.