Sabtu, 06 Jun 2026
Polisi Ungkap Sosok Terduga Pembakar 3 Santri di Lombok Tengah
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 06 Jun 2026 09:17
Jakarta - Polres Lombok Tengah mengusut kasus dugaan pembakaran tiga santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Batukliang, Nusa Tenggara Barat. Dalam peristiwa tersebut, satu santri dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya.
Kepala Seksi Humas Polres Lombok Tengah, Iptu Lalu Brata Kusnadi mengatakan, penyidik telah mengantongi identitas terduga pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga merupakan teman para korban."Terduga pelakunya teman korban," kata Brata, Sabtu (6/6/2026).
Meski begitu, hingga saat ini polisi belum melakukan penangkapan. Penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap secara utuh kronologi maupun motif di balik peristiwa pembakaran itu.
"Belum diamankan, karena masih dilakukan penyelidikan," ujarnya.
Menurut Brata, peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Desember 2025. Namun, laporan baru disampaikan keluarga korban setelah mereka fokus mendampingi proses pengobatan para korban.
"Pihak keluarga baru melapor, karena fokus melakukan pengobatan terhadap korban," jelasnya, dikutip dari Antara.
Guru Lecehkan Santri
Tak hanya pembakaran, Polres Lombok Tengah juga tengah menangani kasus kejahatan seksual guru terhadap empat orang santri di satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Pujut.
"Dalam kasus ini untuk pelaku yang merupakan oknum guru di pondok pesantren itu telah diamankan pada Mei 2026," katanya.
Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, polisi masih melengkapi barang bukti.
"Setelah berkas lengkap dan dinyatakan P21, baru dilakukan penyerahan barang bukti dan tersangka untuk segera disidangkan," ujarnya.
Polres Lombok Tengah menegaskan komitmen untuk mengusut tuntas kasus-kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pesantren dan memberikan perlindungan kepada para korban.
"Kami memastikan proses hukum berjalan secara profesional dan memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan psikologis korban," kata Lalu Brata.
Dia juga mengingatkan pengurus pondok pesantren dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan guna mencegah terjadinya kekerasan dan kejahatan di lingkungan pendidikan.(liputan6).
Sumber: https://berita.liputan6.com/peristiwa/read/7716887/polisi-ungkap-sosok-terduga-pembakar-3-santri-di-lombok-tengah?_gl=1*15bfl02*_gcl_aw*R0NMLjE3Nzg3MjE5NjIuQ2p3S0NBand3cERRQmhBdUVpd0FhLTRXbzRCbHdJcmpT
komentar Pembaca