Kamis, 25 Jun 2026

Internasional

PBB: Penggunaan Anak-Anak dalam Serangan Bom Bunuh Diri Meningkat

Rabu, 13 Apr 2016 12:32
okezone.com
Penggunaan anak-anak sebagai pengebom bunuh diri di Afrika meningkat

NEW YORK – PBB melaporkan jumlah anak yang terlibat dalam serangan bom "bunuh diri" di Nigeria, Kamerun, Chad, dan Niger naik jadi 44 pada 2015. Ada empat serangan "bunuh diri" semacam itu pada 2014, yang memperlihatkan peningkatan 10 kali lipat dari data 2015 di negara Afrika Barat dan Tengah yang terpengaruh oleh Boko Haram

Laporan yang dikeluarkan oleh UNICEF tersebut mengatakan lebih dari 75 persen anak yang terlibat dalam serangan adalah anak perempuan. Laporan itu dikeluarkan sebelum peringatan kedua penculikan lebih dari 200 anak perempuan di Kota Kecil Chibok di bagian timur laut Nigeria.

"Mari lah saya jelaskan: anak-anak ini adalah korban, bukan pelaku," kata Manual Fontaine, Direktur Regional UNICEF untuk Afrika Barat dan Tengah, sebagaimana dikutip Xinhua, Rabu (13/4/2016).

Fontaine menambahkan, menipu anak-anak dan memaksa mereka melakukan tindakan mematikan telah menjadi salah satu aspek kerusuhan yang paling mengerikan di Nigeria dan di negara tetangganya.

Pada 14-15 April 2014, sebanyak 276 siswi diculik dari Sekolah Menengah Putri milik pemerintah di Kota Kecil Chibok di Negara Bagian Borno, Nigeria. Boko Haram, yang berpusat di bagian timur laut Nigeria, mengaku bertanggung jawab atas penculik tersebut.

Beberapa pelajar putri berhasil menyelamatkan diri dan sebagian telah menjelaskan penangkapan mereka dalam beberapa konferensi internasional hak asasi manusia.

Laporan itu diberi judul "Beyond Chibok" dan memperlihatkan kecenderungan yang mengerikan di empat negara yang terpengaruh oleh Boko Haram selama dua tahun belakangan. Kamerun mencatat jumlah paling banyak serangan bunuh diri yang melibatkan anak-anak (21), lalu diikuti oleh Nigeria (17) dan Chad (dua).

Selama dua tahun belakangan, hampir satu dari lima pengebom bunuh diri adalah anak kecil dan tiga perempat anak itu adalah perempuan. Tahun lalu, anak-anak digunakan dalam satu dari dua serangan di Kamerun, satu dari delapan di Chad dan satu dari tujuh di Nigeria. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.