Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • 5 Alasan untuk Tidak Mengonsumsi Margarin Setiap Hari

sehat

5 Alasan untuk Tidak Mengonsumsi Margarin Setiap Hari

Jumat, 27 Mei 2016 11:53
Thehealthsite
Margarin bisa tingkatkan risiko penyakit jantung

MARGARIN merupakan bahan makanan, biasanya untuk olesan roti agar tambah lezat. Tapi, tahukah Anda bahaya yang tersimpan dari setiap olesan margarin?

Margarin menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan dengan sejumlah alasan. Karena itu, berikut 5 alasan untuk tidak mengonsumsi margarin setiap hari yang dilansir dari Thehealthsite, Jumat (26/5/2016).

Menyebabkan alergi

Margarin mengandung senyawa pewarna dan pengawet kimia, sehingga menyebabkan beberapa orang risiko tinggi alergi. Karena itu, sebelum membeli margarin, biasakan membaca label melihat bahan yang mungkin memicu alergi.

Meningkatkan risiko kanker

Apakah Anda tahu kalau margarin mengandung radikal bebas? Radikal bebas adalah senyawa yang diproduksi dalam tubuh sebagai hasil dari reaksi metabolisme dan dapat menyebabkan kerusakan sel. Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

Bisa menyebabkan hipertensi

Margarin tinggi garam, sehingga mengonsumsinya berlebihan dapat menghambat aliran darah ke organ-organ tubuh yang berbeda. Jika tidak ditangani, mungkin akan memberikan tekanan pada dinding arteri yang mengarah ke tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Meningkatkan kadar kolesterol

Meskipun margarin mengandung lemak sehat, asam lemak tak jenuh tunggal, yaitu asam lemak tak jenuh ganda jumlahnya sedikit dibanding lemak jenuh dan asam lemak trans. Ini adalah alasan mengapa tidak disarankan untuk makan margarin sebagai asupan kalori dan kandungan lemak meningkat. Jika ini terus berlanjut, maka kadar kolesterol akan meningkat.

Risiko tinggi penyakit jantung

Margarin merupakan asupan tinggi asam lemak trans yang sangat tidak sehat dan berbahaya jika tidak dikonsumsi dengan hati-hati. Karena, margarin akan meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol yang dikenal sebagai faktor risiko penyakit jantung. Dalam beberapa kasus, asupan margarin secara langsung berhubungan dengan serangan jantung. Karena itu, menghindari makan margarin setiap hari adalah pilihan bijaksana untuk jantung sehat.(okezone.com)

kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 17:08

    PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

    PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal

  • Jumat, 15 Mei 2026 08:55

    PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang

    Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026

  • Jumat, 15 Mei 2026 05:34

    Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas

    PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.