sehat
5 Sebab Terserang Nyeri Leher Kronis di Kantor
Selasa, 05 Apr 2016 15:34
KETIKA berkerja di kantor, mungkin kita sering merasakan nyeri pada bagian leher, namun tak mengetahui penyebabnya. Lalu apa saja penyebab nyeri leher kronis di kantor?
Posisi membungkuk
Posisi membungkuk, di mana menyadarkan tubuh dengan posisi tangan sebagai sandaran sisi kepala dapat menyebabkan ketegangan otot leher dan bahu. Hal inilah yang selama ini menjadi penyebab seringnya Anda menderita nyeri leher.
"Sebuah keselarasan adalah kunci. Artinya, kepala, leher, tulang belakang dan panggul harus berbasis secara vertikal," ujar Jeremy Smith, MD, seorang ahli bedah tulang belakang di Hoag Orthopedic Institute yang dikutip Prevention, Selasa (5/4/2016).
Posisi meja dan kursi
Penyebab lain dari nyeri leher adalah ruang kerja Anda kemungkinan miring. Smith mengatakan, kursi kantor tidak mendukung tulang belakang. "Karena tidak memadai dan kurangnya sandaran lengan, karyawan sering dipaksa untuk membungkuk dan bersandar di atas meja mereka. Hal ini membuat tulang belakang berbentuk C, sehingga menambah tekanan pada leher," tuturnya.
Smith menyarankan untuk tidak terus-menerus duduk di kursi kantor. Bangunlah dari kursi kantor untuk melakukan peregangan atau mengubah posisi setiap 30 sampai 40 menit.
"Hal ini membuat darah mengalir, meningkatkan sirkulasi dan memberikan kesempatan tulang belakang untuk 'reset'," imbuhnya.
Kebiasaan merokok
Kanker paru-paru dan diabetes merupakan dampak dari kebiasaan merokok. Namun, ternyata kebiasaan merokok juga bisa menyebabkan nyeri leher kronis.
"Merokok dapat mempercepat proses degeneratif. Pada akhirnya ini akan menyebabkan fungsi tulang belakang terganggu. Merokok juga menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit, sehingga pasokan oksigen ke tulang belakang berkurang," kata Smith.
Terobesesi dengan smartphone
Bermain smartphone tak hanya menyakiti ibu jari. Setiap kali Anda melihat ke layar monitor akan menyebabkan ketegangan otot leher.
"Mengurangi waktu menatap layar smartphone dan peregangan secara berkala adalah beberapa cara masuk akal untuk mencegah nyeri leher kronis," imbuh Smith.
Minum alkohol berlebihan
Tidur setelah mabuk karena minum alkohol dapat menyebabkan nyeri leher kronis keesokan harinya. Karena, minuman beralkohol membuat seseorang tidur dengan tidak nyaman, karena otot-otot menjadi tegang. (okezone.com)
PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat
PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal
PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang
Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026
Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas
PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube
Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat
Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi
JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal