Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Brokoli hingga Kubis Bisa Turunkan Risiko Kanker Usus

Food

Brokoli hingga Kubis Bisa Turunkan Risiko Kanker Usus

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 27 Feb 2026 16:22
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Sayuran hijau selama ini dikenal menyehatkan dan sering menjadi pilihan dalam menu diet. Namun ternyata, ada beberapa jenis sayuran tertentu yang memiliki manfaat lebih dari itu.

Cruciferous vegetables seperti brokoli, kembang kol, kubis, kale, pokchoy, dan sayuran sejenis lainnya ternyata punya manfaat khusus dalam menurunkan risiko kanker usus besar (kanker kolorektal), salah satu jenis kanker paling umum di dunia.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi sayuran ini memiliki kemungkinan lebih rendah terkena kanker usus besar dibandingkan mereka yang jarang memakannya.

Kandungan yang Berperan Penting
Para ilmuwan menduga ada beberapa faktor yang membuat cruciferous vegetables berbeda dari sayuran lain. Salah satunya adalah kandungan sulforaphane, senyawa alami yang telah banyak diteliti karena kemampuannya membantu melindungi sel dari kerusakan DNA serta mendukung proses detoksifikasi alami tubuh.

Senyawa ini juga diketahui berpotensi memperlambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, sayuran seperti brokoli dan kubis kaya akan serat, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mempercepat waktu transit makanan melalui usus.

Para peneliti menemukan bahwa konsumsi sayuran cruciferous dalam jumlah lebih tinggi berkaitan dengan risiko kanker kolorektal yang lebih rendah. Bahkan, korelasinya dinilai lebih kuat dibanding sekadar konsumsi sayuran hijau secara umum.

Cara Mudah Mengolahnya
Mengolah cruciferous vegetables sebagai menu harian relatif mudah dan bisa divariasikan agar tidak membosankan, misalnya:

-Tambahkan brokoli atau kembang kol ke dalam tumisan, sup, atau salad
-Buat kale chips sebagai camilan sehat pengganti keripik
-Campurkan kubis atau pokchoy ke dalam menu sayur untuk nasi atau pasta
-Rebus atau kukus ringan agar nutrisi tetap terjaga dan mudah diserap tubuh

Selain potensi perlindungan terhadap kanker kolorektal, sayuran cruciferous juga dapat membantu menurunkan peradangan, menjaga berat badan tetap sehat, serta mendukung metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Meski begitu, pola makan sehat tetap perlu dibarengi dengan gaya hidup aktif dan pemeriksaan kesehatan rutin untuk hasil yang optimal.

Sumber: (Okezone.com)

Food
Berita Terkait
  • Sabtu, 07 Mar 2026 16:37

    Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan dengan Kurma

    JAKARTA - Kurma dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi dan sering dikonsumsi untuk menambah energi, terutama saat berbuka puasa. Meski begitu, cara mengonsumsinya juga perlu diperhatikan. Kurma sebaik

  • Jumat, 06 Mar 2026 16:01

    Viral! Tren Makan Salmon Pakai Durian Montong, Bikin Netizen Terkejut

    JAKARTA - Media sosial kembali dihebohkan dengan tren kuliner unik. Kali ini, seorang netizen membagikan cara tak biasa menikmati salmon, yakni dengan memadukannya bersama Durian Montong.Biasanya, sal

  • Selasa, 03 Mar 2026 14:55

    Semangka Cocok untuk Buah Berbuka Puasa, Mengandung 92% Air dan Tiga Manfaat

    JAKARTA - Berbuka puasa menjadi momen yang sangat dinantikan oleh semua orang. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, akhirnya tenggorokan kembali segar dengan air yang diminum atau makanan segar

  • Senin, 02 Mar 2026 15:29

    Tren Nasi Padang Sachet Jadi Sorotan Pandawara Group, Bikin Polusi Sampah Baru

    JAKARTA â€" Kelompok aksi sosial dan aktivis pelestari lingkungan, Pandawara Group, menyoroti maraknya tren “nasi padang sachet”. Tren ini menyulap nasi Padang porsi besar menjadi lebih kecil deng

  • Jumat, 27 Feb 2026 16:00

    5 Rekomendasi Jajanan Korea yang Cocok untuk Takjil

    JAKARTA - Berbuka puasa selalu jadi momen yang paling ditunggu setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Selain takjil tradisional, jajanan khas Korea Selatan juga bisa jadi pilihan seru untuk menu b

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.