sehat
Cegah Kanker Kulit dengan Memakai Tabir Surya
Senin, 09 Mei 2016 13:28
MEMPERINGATI bulan kesadaran kanker kulit yang jatuh setiap Mei, American Academy of Dermatologist (AAD) memberikan edukasi mengenai pentingnya mengurangi risiko kanker kulit. Kulit menjadi salah satu area yang rentan terkena kanker. Salah satunya, melanoma. Kanker jenis ini pun dikabarkan bisa menyebabkan kematian.
Dokter John C Browning mengatakan, salah satu penyebab munculnya kanker kulit adalah paparan sinar matahari secara terus menerus. Sementara, untuk pencegahan bisa dilakukan dengan menggunakan pelembab yang bisa melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Cara ini pun juga berlaku tidak hanya pada wanita, tapi juga pria.
Hal senada juga diungkapkan oleh dokter Rajiv Nijhawan. Menurutnya, rutin menggunakan tabir surya pada kulit dengan perlindungan SPF 30+ bisa melindungi kulit dari kanker kulit. "Tapi, tidak cukup hanya mengoleskan tabir surya satu kali di pagi hari," ujar Rajiv.
Dilansir dari Medical Daily, melindungi kulit merupakan suatu keharusan. Termasuk saat cuaca sedang hujan dan berawan. Pasalnya, sinar ultraviolet tetap ada meski sinar matahari tidak terlihat. Meski kerap menyerang orang berkulit putih, bukan berati pemilik kulit gelap tidak berisiko.
Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa pemilik kulit gelap memiliki pigmen yang bisa menangkal paparan sinar UV jenis tertentu, seperti UVB, tetapi tidak untuk UVA.
Salah satu pasien kanker Melanoma, Alfred Morrey mengatakan, gejala kanker kulit sulit dikenali oleh penderita. Dia pun diagnosis melanoma stadium 4. Umumnya, kanker kulit mudah menyerang pria karena tidak biasa menggunakan tabir surya dibandingkan para wanita. Munculnya lesi yang berdarah dan gatal, tahi lalat baru yang tidak sinetris atau tidak beraturan bentuknya, menjadi salah satu gejala kanker kulit yang harus diwaspadai.(okezone.com)
PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat
PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal
PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang
Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026
Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas
PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube
Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat
Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi
JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal