Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Dada seperti Ditusuk-tusuk Bukan Gejala Serangan Jantung

sehat

Dada seperti Ditusuk-tusuk Bukan Gejala Serangan Jantung

Sabtu, 21 Mei 2016 13:39
Healthxchange
Serangan jantung

BANYAK orang paranoid dengan gejala serangan jantung ketika merasakan keluhan sakit di bagian dada. Keluhan seperti dada terasa tertusuk-tusuk, misalnya, sering dianggap sebagai pertanda. Padahal, gejala spesifik serangan jantung tidak demikian.

"Gejala serangan jantung memang khasnya nyeri dada. Tapi lebih seperti tertekan, tertindih, atau terjepit, tapi kalau ditusuk-tusuk rasanya tidak," ujar konsultan kardiovaskular dari RSCM, Dr Eka Ginanjar, SpPD, KKV, dalam talkshow "Berdenyut Sampai Usia Lanjut" yang dihelat Prodia, di FX Mall Senayan, Jakarta, Sabtu (21/5/2016).

Dokter yang senang disapa Dr EKG ini melanjutkan bahwa gejala serangan jantung tidak hanya terasa di dada. Gejala bahkan bisa menjalar ke lengan kiri atau kanan, leher, juga rahang, yang disertai rasa tercekik dan sesak lebih dari 20 menit. "Jadi, kalau hanya keluhan hanya beberapa detik itu bukan serangan jantung," tambahnya.

Gejala serangan jantung, dijelaskan Dr EKG, berawal dari sumbatan di pembuluh darah jantung yang membuat darah tidak mengalir ke area tertentu yang kemudian membuatnya rusak. Rusaknya jaringan di jantung yang tidak mendapat aliran darah jika tidak tertolong akan sebabkan kematian mendadak.

"Sumbatan pada pembuluh darah ini disebabkan arterosklerosis, yaitu pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan plak. Tidak hanya di jantung, sumbatan pembuluh darah bisa di mana-mana. Kalau di ginjal jadi gagal ginjal, di jantung jadi serangan jantung, di otak jadi stroke," jelasnya.

Arterosklerosis sendiri secara alami bisa terjadi kapan saja selama manusia hidup, kata Dr EKG. Namun, arteroskelerosis dapat terakumulasi menjadi kefatalan bila seseorang memiliki beberapa faktor risiko penebalan atau penyempitan pembuluh darah tersebut.

Faktor risiko mulai dari riwayat penyakit kardiovaskular di keluarga, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, resistensi insulin yang sebabkan diabetes. Jadi, lebih baik dicegah selama kita masih sehat, daripada setelah penyakit terjadi. Kalau sudah sakit serangan jantung atau stroke bisa sebabkan kelumpuhan dan kematian, pesannya.

Ditambahkan Dr EKG, melakukan pengecekan kesehatan di laboratorium juga disarankan, tidak hanya ketika gejala sudah dirasakan, tetapi juga untuk pencegahan.

"Untuk pencegahan, apalagi kalau faktor risiko banyak, disarankan lakukan pemeriksaan kesehatan rutin setahun sekali dengan mengecek gula darah, kolesterol lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, dan untuk jantung tread mill test," pungkasnya. (okezone.com)

kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 17:08

    PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

    PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal

  • Jumat, 15 Mei 2026 08:55

    PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang

    Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026

  • Jumat, 15 Mei 2026 05:34

    Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas

    PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.