Senin, 27 Jul 2026

Fakta Menakjubkan Transfusi Darah

Sabtu, 22 Agu 2015 15:09
shutterstock
Ilustrasi pasien

TIDAK banyak orang tahu tentang kebenaran transfusi darah. Padahal setetes darah bisa menyelamatkan nyawa manusia saat kondisi kristis.

Ingin tahu lebih lanjut, ini dia lima fakta menakjubkan tentang transfusi darah, sebagaimana dilansir dari situs WHO, Sabtu (22/8/2015).

Menyelamatkan nyawa seseorang

Banyak pasien yang membutuhkan transfusi darah saat keadaan darurat, dengan kualitas yang bagus dan aman dipakai. Setiap negara perlu memastikan bahwa pasokan darah dan produk darah harus cukup dan bebas dari HIV, virus hepatitis dan infeksi lain yang dapat ditularkan melalui transfusi.

Mendukung berbagai perawatan

Di negara-negara berpenghasilan tinggi, 76 persen kelompok pasien yang paling sering menjalani transfusi darah yaitu usianya lebih dari 65 tahun.Transfusi darah umumnya digunakan untuk perawatan suportif dalam bedah jantung, operasi transplantasi, hingga trauma massif. Sebaliknya, di beberapa negara berpenghasilan rendah, pasokan darah lebih sering digunakan untuk pengelolaan komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, malaria, dan anemia berat.

Pasokan darah sukarela

Pasokan darah yang diperoleh dari pendonor harus dipastikan melawati standarisasi yang aman. WHO mendesak negara-negara anggota untuk mengembangkan sistem darah nasional berdasarkan sukarela dibayar untuk mencapai tujuan swasembada darah.

108 juta sumbangan darah setiap tahun

Sekitar 108 juta sumbangan darah selalu dikumpulkan secara global setiap tahun. Bahkan, tingkat donor darah yang disumbangkan rata-rata lebih dari sembilan kali lebih besar di negara-negara berpenghasilan tinggi, daripada di negara-negara berpenghasilan rendah.

Darah yang disumbangkan harus selalu disaring

Semua darah yang disumbangkan harus selalu diperiksa untuk HIV, hepatitis B, hepatitis C dan sifilis sebelum transfusi. Namun 25 negara tidak mampu menyaring semua darah yang disumbangkan untuk satu atau lebih dari infeksi ini. Pengujian tidak dapat diandalkan di banyak negara, karena kekurangan staf, kualitas alat tes yang buruk, atau kurangnya kualitas dasar laboratorium.

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Senin, 27 Jul 2026 13:32

    Perry Warjiyo Mundur Mendadak, Nilai Tukar Rupiah Tergelincir ke Rp17.960

    JAKARTA - Nilai tukar rupiah terpaksa mengawali perdagangan awal pekan di zona merah akibat sentimen ketidakpastian kepemimpinan di otoritas moneter Indonesia. Mengutip data Refinitiv saat pembukaan p

  • Senin, 27 Jul 2026 13:30

    Transformasi Ulat: Bukan Sekadar Berganti Kulit

    SETIAP orang ingin berubah. Perusahaan ingin bertransformasi. Organisasi mencanangkan perubahan. Pemerintah melakukan reformasi. Bahkan setiap awal tahun kita membuat resolusi untuk menjadi pribadi ya

  • Senin, 27 Jul 2026 13:28

    Produksi Minyak Nasional Sempat Terpukul, SKK Migas Ungkap Rangkaian Kendala dan Upaya Pemulihan di Blok Rokan

    PEKANBARU â€" Produksi minyak nasional sepanjang tahun ini sempat menghadapi tekanan cukup berat akibat serangkaian gangguan infrastruktur energi. Kondisi tersebut membuat target produksi nasional mel

  • Senin, 27 Jul 2026 13:22

    Disdik Pekanbaru dan BPMP Kaji Fenomena Minim Siswa Baru di SDN 127

    PEKANBARU - Fenomena minimnya jumlah peserta didik baru di sejumlah sekolah dasar negeri, khususnya SD Negeri 127 Pekanbaru yang hanya menerima empat siswa pada tahun ajaran 2026/2027, memicu langkah

  • Senin, 27 Jul 2026 13:20

    Kebakaran di Jalan Jendral Pekanbaru, Hanguskan Ruko dan Lukai Dua Korban

    PEKANBARU-Satu unit ruko tiga lantai yang digunakan sebagai Toko Bangunan Perdana Besi di Jalan Jendral No. 8 J, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, terbakar, Senin (27/7/2

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki