Selasa, 26 Mei 2026

Jam Kerja Panjang Memperbesar Risiko Stroke

Jumat, 21 Agu 2015 16:42
Tebme
Kerja panjang memperbesar stroke

DATA yang diterbitkan oleh jurnal kesehatan Lancet menunjukkan peluang terkena stroke bertambah besar buat mereka yang bekerja di luar pukul 09.00 pagi - 05.00 sore.

Kaitannya masih belum pasti, namun teori ini meliputi pekerjaan penuh stres dan dampak merusak dari gaya hidup.

Para pakar mengatakan, mereka yang bekerja dengan jam panjang harus memonitor tekanan darah mereka.

Studi ini menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan 35-40 jam per minggu, melakukan pekerjaan sampai 48 jam meningkatkan risiko terkena stroke sampai 10 persen, dan melakukan pekerjaan sampai 54 jam bisa meningkatkan risiko stroke sampai 27 persen, dan pekerjaan 55 jam bisa membuat risiko stroke naik sampai 33 persen.

Dr Mika Kivimaki dari University College London mengatakan bahwa dalam kelompok yang bekerja 35-40 jam, ada kurang dari lima stroke per 1000 karyawan per dekade.

Angka itu naik menjadi enam penderita stroke per 1000 karyawan per dekade di kelompok pekerja 55 jam per minggu atau lebih.

Menurut Dr Kivimake, penelitian masih berada di tahap awal untuk memahami apa yang terjadi.

Beberapa pemikiran yang muncul adalah stres tambahan dari bekerja dalam waktu panjang atau duduk lama berdampak buruk pada kesehatan dan memperbesar risiko stroke.

Meski begitu, bisa saja ini menjadi penanda kesehatan yang kurang bagus karena berada di kantor terus-menerus sehingga tidak memiliki waktu untuk menyiapkan makanan sehat atau berolahraga.

Dr Kivimaki mengatakan pada situs BBC News, "Orang harus berhati-hati agar terus mempertahankan gaya hidup sehat dan memastikan tekanan darah mereka tidak naik."

Dr Shamim Quadir dari Asosiasi Stroke berkomentar, "Bekerja dalam waktu panjang artinya duduk dengan periode yang lama, mengalami stres, dan kurangnya waktu untuk merawat diri sendiri.

"Kami menyarankan Anda mengecek tekanan darah secara reguler. Jika Anda khawatir tentang risiko stroke maka, buatlah janji dengan dokter pribadi."

Tim Chico, konsultan ahli jantung yang berbasis di University of Sheffield mengatakan, "Sebagian besar orang bisa mengurangi waktu duduk, meningkatkan aktivitas fisik, dan memperbaiki makanan sambil bekerja, dan ini mungkin lebih penting daripada menghitung waktu yang kita habiskan untuk bekerja."

(okezone.com)
kesehatan
Berita Terkait
  • Senin, 25 Mei 2026 16:44

    Jokowi Siap Keliling Indonesia Usai Kesehatan Pulih: Motivasi dan Ketemu PSI di Daerah

    Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan soal rencana keliling Indonesia seusai lesehatannya pulih. Prabowo juga membenarkan rencana pernah diungkap Relawan Projo itu.Saat ditemui awak media di

  • Senin, 25 Mei 2026 16:38

    Razia di Karaoke Valentine Deli Serdang Berujung Penemuan Pil Ekstasi

    Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang menemukan narkotika jenis ekstasi di tempat hiburan Karaoke Valentine, Kecamatan Beringin."Diduga peredaran obat terlarang di Karaoke Valen

  • Senin, 25 Mei 2026 16:23

    Ledakan dari Pabrik Kimia di Cilegon, Tercium Bau Menyengat

    Jakarta-Ledakan terdengar dari pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI) atau yang sebelumnya dikenal sebagai PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI). Ledakan terjadi pada Senin (25/5/2026) s

  • Senin, 25 Mei 2026 16:19

    Pemprov Tetapkan Direktur Keuangan dan Direktur Operasional PT Riau Petroleum

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menetapkan Calon Direktur Operasional dan Calon Direktur Keuangan PT Riau Petroleum.Penetapan dua direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau itu m

  • Senin, 25 Mei 2026 16:17

    Taklukkan Rute Pekanbaru-Payakumbuh, Jurnalis dan Vlogger Rekam Sensasi Berkendara Bersama Honda AT High

    Riauterkini-PAYAKUMBUH-Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) sukses menggelar kegiatan touring bertajuk Media & Vlogger Premium Explore : Capturing the Comfor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.