sehat
Kasmarni : Waspada dan Deteksi Tanda - Tanda Kanker Sejak Dini
Laporan: Sabri
Rabu, 11 Mei 2016 10:09
BENGKALIS – Penyakit kanker sabagai salah satu ancaman seirus bagi kaum perempuan, baik itu berupa kanker payudara maupun rahim. Untuk itu Ketua PKK Kabupaten Bengkalis Kasmarni mengingatkan kepada kaum perempuan untuk waspada dan mendeteksi tanda-tanda kanker ini.
"Bila menemukan ada gejala kanker, maka si penderita diharapkan untuk segera melakukan langkah cepat untuk memeriksa ke dokter. Jangan pernah takut untuk berobat dan perawatan di rumah sakit terdekat. Karena bila tidak ditangani dengan serius maka akan berdampak buruk bagi penderita," ungkap isteri Amril Mukminin saat menerima kunjungan Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) di Wisma Daerah Sri Mahkota, Selasa (10/5/2016).
Mantan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkalis ini, mengatakan bahwa ada kecenderungan sebagian masyarakat yang tidak tahu dengan penyakit kanker ini. Bahkan ketika sudah menderita kanker, mereka seakan tidak tahu mau berbuat apa bahkan terkesan pasrah tidak mau untuk datang ke ruma sakit.
Hal ini seperti dialami oleh salah seorang penderita dari desa Bantan Tengah, Kasirah yang tidak mau berobat di rumah sakit, karena alasan sudah tua.
Agar persoalan kanker ini dapat dipahami kaum perempuan, diungkapkan Kasmarni, TP PKK Kabupaten Bengkalis tetap komitmen untuk melakukan sosialisasi tentang kanker baik itu sarviks maupun payudara. Dengan demikian, masyarakat dapat dapat mendeteksi dan mengambil langkah-langkah cepat untuk berobat
Kasmarni mengajak seluruh tim penggerak PKK untuk berperan aktif laksanakan pencegahan kanker pada perempuan. langkah ini, penting agar kaum perempuan di Negeri Junjungan ini tidak perlu malu untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker, seperti kanker serviks.
Caranya, dengan meningkatkan kesadaran diri untuk memeriksa secara rutin. Dengan demikian dapat terhindar dari penyakit tersebut. "Kita terus melakukan persuasi untuk tidak perlu malu memeriksa demi kesehatan. Ini sebagai bentuk deteksi dini," ucap Kasmarni.
Untuk melakukan sosialisasi tentang kanker ini, tentunya kata Kasmarni dapat melibatkan dengan pihak lain, seperti YSKI, Ikatan Bidan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia maupun lembaga-lembaga yang peduli dengan kanker. "Pokoknya kita harus melibatkan seluruh elemen negeri ini," tandasnya. ( Sbi )
kesehatan
PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat
PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal
PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang
Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026
Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas
PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube
Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat
Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi
JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal