Jumat, 05 Jun 2026

Kuansing Masuk Musim Pancaroba, Waspada DBD

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 12 Jun 2024 06:21
Kabid P2P (pencegahan pengendalian penyakit) Dinkes Kuansing, Helma Muliani SFarm Apt, Selasa (11/6/2024) di Teluk Kuantan. (Desriandi candra/riaupos.co)

TELUK KUANTAN-Kabupaten Kuantan Singingi, masih dilanda perubahan cuaca yang tak menentu. Terkadang panas terik dan kemudian mendadak hujan. Kondisi ini sudah berlangsung sejak awal Mei 2024. Perubahan cuaca yang tidak stabil ini atau biasa disebut pancaroba, juga berdampak muncul dan berkembang biaknya berbagai penyakit berbahaya yang bisa mengancam kesehatan masyarakat.

Minsalnya penyakit demam berdarah (DBD) yang dibawa dan ditebarkan oleh nyamuk DBD (Aedes Aegypti). Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuansing mengimbau agar masyarakat Kuansing waspada dengan kasus DBD yang bisa muncul di lingkungan masyarakat kapan saja.

"Iya. Kondisi perubahan cuaca seperti ini membuat perkembangbiakan nyamuk DBD cepat. Karena kami mengimbau masyarakat Kuansing waspada," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kuansing Dr Trian Zulhadi melalui Kabid P2P (pencegahan pengendalian penyakit) Dinkes Kuansing, Helma Muliani SFarm Apt, Selasa (11/6/2024) di Telukkuantan.

Kasus DBD di Kuansing sejak Januari sampai minggu kedua Mei 2024, tercatat 54 kasus. Sebanyak 15 kasus terjadi di awal tahun yakni bulan Januari. Lalu, sembilan kasus di bulan Februari, sembilan kasus pada bulan Maret, sembilan kasus pada bulan April dan Mei hingga minggu kedua sudah ada 12 kasus.

"Alhamdulillah, semua kasus yang muncul bisa tertangani dengan baik dan belum KLB. Namun demikian, masyarakat tetap harus waspada", ujarnya.Untuk menekan lajunya pertumbuhan kasus DBD, Dinkes Kuansing telah melakukan edukasi pada masyarakat. Terutama di daerah yang ada muncul kasus DBD. Mengajak masyarakat rajin membersihkan lingkungan.

Membersihkan selokan atau saluran air yang tersumbat dan tergenang. Mengubur tempat-tempat penampungan air yang bisa menjadi sarang berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk. Rajin menguras dan membersihkan bak mandi.

Kemudian Dinkes juga membagi-bagikan bubuk abate pada masyarakat dan melakukan fogging. Tapi yang paling penting adanya kesadaran masyarakat membersihkan lingkungan sekitar mereka. Walau bubuk abate dibagikan dan dilakukan fogging, tak akan berarti terlalu banyak kalau lingkungan sekitar masyarakat tetap kumuh. "Jadi kunci pertama adalah membersihkan lingkungan kita," papar Helma Muliani.

Sumber: riaupos.jawapos.com

#Kuansing Masuk Musim Pancaroba Waspada DBD
Berita Terkait
komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.