sehat
Mitos Salah Menghindari Kehamilan saat Berhubungan Seks
Sabtu, 07 Mei 2016 13:45
JAKARTA – Tidak semua pasangan menginginkan kehamilan ketika berhubungan seks. Namun demikian, anggapan salah atau mitos bahwa dengan melakukan langka-langkah berikut, orang akan terhindar dari kehamilan. Berikut Boykepedia.com ulas mitos tersebut.
Loncat-Loncat
Mitos loncat-loncat setelah berhubungan seks dipercaya bisa mengeluarkan sperma yang sudah terlanjur masuk ke dalam vagina, jika sudah seperti ini maka sperma secara naluri akan mencari sel telur yang telah siap di buahi. Oleh karena itu loncat-loncat tidak akan mengganggu proses pembuahan atau fertilisasi.
Jadi masih tetap ada kemungkinanan untuk terjadinya kehamilan. Faktanya hal seperti ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang melakukan hubungan seksual terutama remaja yang melakukan hubungan seksual diluar nikah.
Berhubungan Seks Dalam Air Hangat
Nyatanya berhubungan seksual di dalam air tidak akan melindungi seseorang dari kehamilan, seperti yang kutip dari timesofinda, menyebutkan bahwa peningktan suhu hangat yang terjadi dalam bak mandi memang menganggu sperma tapi tidak dianggap sebagai cara ampuh untuk mencegah terjadinya suatu kehamilan
Seks Saat Menstruasi
Pasti ada resiko kehamilan karena mungkin saja sel telur masih berada di dalam saluran telur, dan karna sprema bisa bertahan di dalam vagina selama 72 jam jadi tidak ada jaminan bahwa kehamilan tidak akan terjadi
Douching Setelah Berhubungan Seks
Menyemprotkan air, soda, cuka atau apapun pada vagina setelah melakukan hubungan seksual tidak akan mempengaruhi atau mencegah kehamilan, tetapi hal itu bisa memberi infeksi pada vagina.
Tidak Ejakulasi Berarti Tidak Akan Hamil
Benar-benar tidak benar! Sejumlah kecil cairan keluar dari penis yang belum ejakulasi sekalipun. Gagasan ini banyak sekali beredar bahwa menarik diri dari vagina saat akan mencapai orgasme tidak akan menyebabkan kehamilan karena terdapat suatu cairan yang dilepaskan sebelum ejakulasi dan itu juga mengandung sel sperma jadi tidak menutup kemungkinan kehamilan akan terjadi. (okezone.com)
PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat
PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal
PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang
Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026
Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas
PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube
Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat
Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi
JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal