Jumat, 12 Jun 2026

sehat

Sariawan, Waspadai Gejala Terinfeksi HIV?

Kamis, 12 Mei 2016 14:29
okezone.com
ilustrasi

JAKARTA - Sariawan merupakan jenis penyakit yang terjadi di dalam rongga mulut. Benarkah sariawan dapat terjadi sebagai gejala penyakit HIV? Berikut info medis dari drg. Arni Maharani.

Sariawan, hampir setiap orang pernah mengalami hal ini. Sariawan dapat terjadi mulai dari anak-anak, orang dewasa, bahkan orang tua pun tidak luput dari derita rasa sakit ketika sariawan terjadi.

Sariawan yang disebut juga Recurrent aphthous stomatitis atau Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) merupakan penyakit dalam mulut yang bisa terjadi pada berbagi macam lokasi, seperti bibir dan pipi bagian dalam, lidah, maupun dasar lidah. Rasa sakit yang timbul akibat sariawan akan mengganggu seseorang ketika makan dan berbicara.

Sariawan adalah penyakit yang tidak menular. Menurut bantuknya, sariawan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu minor aphtae, mayor aphtae, dan herpetiform ulcers, dengan tampilan bentk oval atau bulat, bagian tengahnya berwarna putih kekuningan atau abu-abu, dan luka dangkal dengan bagian tepinya dikelilingi daerah yang kemerahan.

Kemunculan sariawan ini dikaitkan dengan beberapa hal, misalnya stres, obat-obatan, gangguan asupan nutrisi dan gizi, hormon, makanan dan cedera. Selain itu, beberapa penyakit juga dinyatakan berkaitan dengan sariawan yang terjadi, misalnya penyakit celiac, penyakit Crohn, sindrom Behcet, sindrom Auto-infammatory – seperti pharingitis, penyakit keganasan dan penyakit yang berhubungan dengan penurunan kekebalan tubuh atau immunodefisiensi .

Lalu, apakah sariawan bisa muncul sebagai tanda penyakit HIV?

HIV/AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menurunkan kekebalan tubuh. Dengan kata lain, HIV/AIDS adalah penyakit immunodefisiensi. Seperti yang telah disebutkan di atas, sariawan dapat timbul pada seseorang yang menderita penyakit immunodefisiensi.

Selain sariawan, menurut World Health Organization (WHO) terdapat 7 tanda awal dalam rongga mulut yang muncul pada seseorang yang terinfeksi HIV, yakni:

1. Sarcoma Kaposi

2. Hairy Leukoplakia

3. Oral Candidiasis

4. Necrotizing Ulserativ Gingivitis

5. Non Hodgin Lymphoma

6. Linear Gingiva eritem

7. Necrotizing Ulcerativ Periodontitis

Lesi atau luka dari penyakit-penyakit tersebut 50% muncul pada orang yang terdiagnosis HIV, dan 80 persen pada penderita AIDS.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com. (okezone.com)

kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 17:08

    PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

    PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal

  • Jumat, 15 Mei 2026 08:55

    PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang

    Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026

  • Jumat, 15 Mei 2026 05:34

    Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas

    PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.