Kesehatan
Simak Mitos dan Fakta soal Operasi Lasik
Kamis, 31 Mar 2016 14:22
OPERASI lasik adalah satu-satunya pilihan bagi mereka yang memiliki masalah refraksi untuk dapat melihat dengan normal. Operasi lasik dikatakan akan membebaskan pasien dari kacamata dan menghilangkan masalah refraksi sampai 100 persen. Mana yang mitos atau fakta?
Seperti disampaikan oleh ahli bedah katarak dan refraksi dari Jakarta Eye Center, Dr Setyo Budi Riyanto, SpM(K), ada beberapa mitos dan fakta yang sebaiknya Anda ketahui tentang operasi lasik dan efeknya untuk mata Anda.
Lasik membuat mata kering
Setelah lasik, pasien memang disarankan untuk menggunakan obat tetes mata, tapi ini tidak berarti lasik membuat mata lantas kering. Kata Dr Setyo, pemberian obat tetes mata memang perlu diaplikasikan beberapa waktu untuk menjaga agar tidak terjadi iritasi setelah operasi.
Mata kering memang tergantung pada produksi kelenjar air mata seseorang. Sebelum operasi lasik dilakukan, calon pasien akan diskrining untuk salah satunya mengetahui kemampuan menghasilkan air mata. Jika seseorang mengalami mata kering, intervesi diet bisa disarankan dokter. Jika tidak berhasil, orang tersebut tidak akan disarankan untuk melakukan lasik.
Pandangan kabur
Salah satu kekhawatiran masyarakat tentang efek lasik adalah pandangan kabur beberapa lama setelah operasi dilakukan, terutama saat di malam hari. Dikatakan Dr Setyo, dengan teknologi terbaru, prosedur ablasion lasik yang semakin canggih akan membuat efek tersebut tidak mengganggu setelah beberapa jam operasi dilakukan.
Kornea menipis
Baik operasi lasik untuk memperbaiki mata minus, plus, atau silinder, pengikisan kornea memang dilakukan dan membuat kornea semakin tipis, kata Dr Setyo. Akan tetapi, prosedur hanya membolehkan pengikisan dilakukan di atas standar aman sampai 250 mikron dari ketebalan awal kornea yang rata-rata 600 mikron.
Menghilangkan refraksi sampai 0 diopter
Mereka yang memiliki gangguan mata minus atau plus sampai beberapa diopter, mungkin menganggap prosedur lasik bisa memperbaiki sampai 0 diopter. Namun, prosedur lasik di mana pun, menurut Dr Setyo, hanya memberi jaminan pasien dapat bebas kacamata dan lensa kontak setelah operasi, dengan sisa -+ ½ sampai ¼ diopter. (okezone.com)
PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat
PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal
PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang
Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026
Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas
PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube
Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat
Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi
JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal