sehat
Simak soal Kadar Kolesterol dan Risiko Kematian
Sabtu, 30 Apr 2016 13:02
KADAR kolesterol yang tidak terkontrol di dalam tubuh dapat meningkatkan risiko kematian seseorang. Mengapa demikian? Simak ulasan lengkapnya berikut ini dari dr. Vito A. Damay, Sp.JP, M.Kes, FIHA, FICA.
Kadar kolesterol dan risiko kematian merupakan dua hal yang sangat erat kaitannya. Pasalnya, kadar kolesterol dan risiko kematian ini merupakan sebab dan akibat dari penyakit jantung dan stroke.
Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar, penyakit jantung dan stroke merupakan jenis penyakit yang sering menyebabkan kematian di Indonesia.
Uniknya, penyakit jantung dan stroke ternyata memiliki faktor risiko yang serupa. Artinya, orang yang terkena stroke berisiko tinggi terkena serangan jantung. Demikian pula sebaliknya, orang yang sudah terkena serangan jantung juga berisiko untuk terserang stroke.
Namun, ada pula kemungkinan seseorang untuk terkena kedua penyakit tersebut secara sekaligus pada saat yang sama. Dan yang menakutkan dari hal ini adalah kematian mendadak akibat stroke dan serangan jantung dapat terjadi tanpa gejala ataupun keluhan bermakna sebelumnya, layaknya bom waktu.
Kolesterol tinggi telah dikenal sebagai salah satu faktor risiko utama serangan jantung dan stroke. Kadar kolesterol tinggi sangat dipengaruhi oleh jumlah kolesterol jahat yang menumpuk di dalam tubuh. Pasalnya, kolesterol jahat atau Low Density Lipoprotein (LDL) merupakan bagian penting dalam mekanisme terbentuknya plak aterosklerosis (plak di pembuluh darah) yang menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah jantung.
Orang yang memiliki kadar kolesterol di atas nilai yang normal berisiko 2 kali lipat untuk menderita penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang memiliki kadar kolesterol normal.
Ironisnya, di Amerika didapatkan data bahwa 1 di antara 3 orang dewasa yang memiliki kadar kolesterol tinggi ternyata tidak mengobati hal ini dengan optimal. Bahkan kurang dari setengahnya tidak mengobati kadar kolesterol tinggi yang dimilikinya sama sekali.
Padahal, mengontrol kadar kolesterol agar tetap dalam batas yang normal merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, mengontrol kadar kolesterol agar tetap dalam batas yang normal dapat menurunkan risiko seseorang untuk terkena serangan jantung, atau kematian akibat penyakit jantung.
Lalu, bagaimana cara untuk mencegah meningkatnya kadar kolesterol?
Hal pertama yang harus dilakukan untuk dapat mencegah meningkatnya kadar kolesterol adalah dengan mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan. Di samping itu, konsumsi juga nasi merah, roti gandum atau sereal sebagai sumber karbohidrat utama. Dan ketika Anda ingin mengonsumsi susu, pilihlah susu yang bebas lemak.
Selanjutnya, konsumsi juga ikan laut – seperti salmon dan sarden yang dipanggang, bukan digoreng. Konsumsi ikan laut yang dibakar ini sangat dianjurkan, setidaknya 2 kali dalam seminggu. Selain itu, bahan makanan yang diperkaya dengan plant stenol ester juga dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) di dalam tubuh Anda.
Nah, sebelum kadar kolesterol Anda meningkat dan risiko penyakit jantung maupun stroke juga ikut meningkat, ada baiknya Anda segera memeriksakan kadar kolesterol Anda. Ayo, tangkal kolesterol sebelum terlambat. (okezone.com)
kesehatan
PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat
PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal
PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang
Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026
Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas
PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube
Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat
Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi
JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal