sehat
Wanita Minus Tinggi Dilarang Melahirkan Normal, Kenapa?
Kamis, 31 Mar 2016 14:15
APAKAH Anda punya gangguan refraksi minus tinggi? Contohnya, minus lima diopter atau lebih. Bukan bermaksud menakut-nakuti, menurut ahli mata, kondisi ini bisa membuat Anda tidak disarankan untuk melahirkan normal.
Dikatakan ahli bedah katarak dan refraksi, Dr Setyo Budi Riyanto, SpM(K), wanita yang memiliki gangguan myopia yang cukup besar, memiliki diameter bola mata yang lebih besar daripada wanita dengan myopia lebih rendah atau normal.
"Pada orang dengan minus tinggi, diameter bola mata akan lebih besar. Dengan diameter mata yang lebih besar, ada kemungkinan layar cahaya mata atau retina menipis. Kondisi ini akan membuat retina mudah robek ketika melahirkan normal karena adanya proses mengejan," jelasnya, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.
Oleh karena itu, wanita dengan minus tinggi dan ingin melahirkan normal, nantinya harus melakukan pemeriksaan retina. Bagaimana dengan mengurangi minus dengan prosedur lasik? Menurut Dr Setyo, cara tersebut tidak akan mengurangi risiko retina robek bila penipisan retina adalah masalahnya.
"Pemeriksaan mata untuk mengetahui apa ada penipisan retina atau tidak harus dilakukan. Bila memang ada, retina bisa diperbaiki dengan prosedur yang namanya Argonleser atau hamil secara sesar solusinya. Mengurangi mata minus saja, dengan dilasik misalnya, tidak akan mempengaruhi anatomi matanya," jelasnya. (okezone.com)
kesehatan
PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat
PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal
PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang
Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026
Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas
PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube
Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?
JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat
Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi
JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal