Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Kesehatan
  • Waspadai Risiko Paksa Anak Berpuasa, Hipoglikemia dan Dehidrasi Mengintai

Kesehatan

Waspadai Risiko Paksa Anak Berpuasa, Hipoglikemia dan Dehidrasi Mengintai

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Mar 2026 16:45
(FotoOkezone.com)
JAKARTA-Memaksakan anak berpuasa tanpa mempertimbangkan kesiapan fisik ternyata dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Ahli gizi Ihda Hanifatun Nisa mengingatkan bahwa puasa pada anak harus diawasi secara ketat oleh orang tua.

Menurutnya, anak yang belum siap berisiko mengalami hipoglikemia (gula darah rendah), dehidrasi, kelelahan berat, hingga gangguan konsentrasi dan imunitas.

“Jika asupan energi dan zat gizi tidak tercukupi secara konsisten, dalam jangka panjang bisa mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan kognitif,” jelasnya saat diwawancarai iNews Media Group, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, tanda awal dehidrasi pada anak di antaranya bibir dan mulut kering, lemas, aktivitas menurun, hingga urine berwarna kuning pekat dan jumlahnya sedikit. Bahkan lebih parahnya, anak bisa mengalami pusing hebat, jantung berdebar cepat, dan kulit kering.

Jika gejala tersebut muncul sebelum waktu berbuka, maka ia menyarankan puasa segera dihentikan untuk mencegah komplikasi. Meski demikian, Ihda menekankan bahwa puasa tidak otomatis mengganggu tumbuh kembang selama kebutuhan energi, protein, mikronutrien, dan cairan tetap terpenuhi saat sahur dan berbuka.

Namun, jika terjadi defisit energi berulang, asupan protein rendah, atau kekurangan zat besi dan mikronutrien penting, maka pertumbuhan linear, massa otot, hingga fungsi kognitif anak bisa terdampak. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan bertahap.

Misalnya dengan memantau status gizi anak dan, jika perlu, berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Orangtua juga disarankan mempelajari edukasi nutrisi yang menjadi kunci agar anak dapat menjalani ibadah puasa tanpa mengorbankan kesehatannya.

Sumber: (Okezone.com)

kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 17:08

    PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

    PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal

  • Jumat, 15 Mei 2026 08:55

    PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang

    Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026

  • Jumat, 15 Mei 2026 05:34

    Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas

    PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.