Kamis, 11 Jun 2026

sehat

Zat Kimia Mengintai dalam Makanan Cepat Saji

Jumat, 15 Apr 2016 16:39
okezone.com
Waspadai zat kimia berbahaya dalam makanan cepat saji

MAKANAN cepat saji tidak hanya buruk karena mengandung kalori tinggi, tetapi juga kemungkinan adanya zat kimia berbahaya yang bisa merusak tubuh bila Anda menggemarinya. Laporan dalam jurnal Environmental Health Perspectives, peneliti memperingatkan adanya 'phthalates', zat kimia yang umum digunakan dalam industri plastik.

Peneliti mendapatkan ini dengan meminta 8.877 orang untuk mengisi secara detail kuesioner tentang makanan apa yang dimakan selama 24 jam. Mereka juga diminta menyertakan sampel urin yang akan diuji untuk mengetahui apakah ada kandungan zat kimia phthalates tersebut. Pada orang-orang yang makan makakan cepat saji, 35 persen atau lebih dari total konsumsi kalori sehari, ditemukan phthalate dengan kadar 40 persen lebih tinggi dari mereka yang menghindari makanan cepat saji.

Yang membuat ini menjadi mengerikan adalah, badan EPA telah mengklasifikasikan pthalates sebagai zat karsinogen bagi tubuh manusia. Penelitian sebelumnya juga memperingatkan bahwa paparan zat tersebut bisa memberi efek jangka panjang bagi kesehatan, termasuk ketidaksuburan. Itu juga menjadi alasan mengapa phthalates dilarang untuk digunakan pada mainan anak pada 2008.

Makanan mencatat bahwa zat kimia ini dapat terpapar ke makanan melalui materi kemasan yang digunakan untuk membungkus makanan. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menghindarinya? Daging dan makanan dari gandum ditemukan paling signifikan mengandung pthalates, hal ini bisa jadi karena burger Anda dibungkus dengan plastik yang bahkan dilarang untuk menjadi mainan anak. Demikian seperti dilansir dari Womenshealthmag, Jumat (15/4/2016). (okezone.com)

kesehatan
Berita Terkait
  • Kamis, 28 Mei 2026 17:08

    PDPI Sumbar dan Dinkes Sumbar Satukan Langkah Perkuat Program Eliminasi TB di Sumatera Barat

    PADANG-Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Sumatera Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat memperkuat sinergi dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) tahun 2030 melal

  • Jumat, 15 Mei 2026 08:55

    PDPI Pusat Gandeng Pemprov Sumbar, Targetkan 1. 800 Dokter Paru se-Indonesia ke Ranah Minang

    Padang-Audiensi dan silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dilakukan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Barat, Rabu (14/5/2026

  • Jumat, 15 Mei 2026 05:34

    Wamenkes Kunjungi Unand Penanganan TBC Harus Tuntas

    PADANG-Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada 12"13 Mei 2026 dengan fokus penguatan program kesehatan nasional, khususnya percepatan eliminasi tube

  • Rabu, 18 Mar 2026 15:17

    Libur Lebaran 2026 Mulai WFA, Gimana Pelayanan RS Saat Darurat?

    JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh rumah sakit vertikal di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap beroperasi penuh untuk melayani tindakan gawat

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:04

    Jangan Sampai Salah Pakai Bantal Leher saat Mudik, Ini Tips ala Menkes Budi

    JAKARTA - Menggunakan bantal leher saat perjalanan jauh diminati masyarakat, khususnya pada musim mudik Lebaran 2026. Bantal ini bisa menjadi penyangga kepala, terutama saat hendak beristirahat di dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.