Kamis, 18 Jun 2026

Fasion

4 Desainer Hijab yang Go Internasional

Kamis, 21 Apr 2016 16:43
okezone.com
Desainer hijab go internasional

BERBICARA perkembangan dunia fashion hijab di indonesia, tentunya tidak terlepas dari seorang desainer yang selalu memberikan sebuah karya-karya terbaru didunia hijab Indonesia. Bahkan karya desainer hijab asal Indonesia ini dibilang sukses bawa nama Indonesia ke kancah dunia internasional.

Sebut saja desainer muda nan cantik yakni Jenahara, Dian Pelangi, Restu Anggraini, Ria Miranda

1. Dian Pelangi

TIDAK lengkap rasanya jika bicara soal Kartini masa kini tanpa menyebutkan nama dari desainer muda nan berbakat ini. Ya, Dian Pelangi lewat kiprahnya sebagai sosok desainer busana muslim Indonesia rasanya cocok dipandang sebagai salah satu contoh sosok Kartini modern.

Dian merupakan salah satu perancang busana muslim kelas atas di Indonesia. Lahir di Palembang pada tanggal 14 Januari 1991. Ia lulus dari sekolah desain ternam,a ESMOD pada tahun 2008 dengan nilai memuaskan. Bisa dibilang dirinya adalah salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam trend dunia fashion muslim di Indonesia, tidak dipungkiri banyak masyarakat yang telah mengikuti hampir setiap gaya yang diciptakan oleh Dian Pelangi.

Dara cantik ini dikenal sebagai desainer multitalenta, ia membawa angin segar yang penuh warna di panggung busana muslim Indonesia maupun mancanegara. Karya-karyaNYA terinspirasi dari "pelangi" yang memiliki begitu kaya akan warna dan lewat karya-karyanya ia selalu berusaha menggali kebudayaan Indonesia mulai dari songket yang indah hingga batik yang sangat mewah nan istimewa.

Pada tahun 2011 lalu, Dian mengharumkan nama Indonesia dengan diundangnya dirinya ke Paris untuk mengikuti The International Fair of Muslim Word di Le Bourget, dengan ini Dian menunjukkan bahwa jejaknya sebagai seorang desainer muda Indonesai juga patut diperhitungkan dan ditiru dan dunia industri fashion muslim Indonesia memang maju dan berkembang pesat. Dian yang langganan menghelat fashion show di luar negeri ini mampu menunjukkan ke dunia bahwa busana muslim dapat menjadi icon fashion mendunia yang tidak kalah dengan busana mainstream pada umumnya.

Selain menjadi desainer, Dian juga mengembangkan sayap menjadi penulis buku. Di tahun 2012, ia meluncurkan bukunya sendiri dengan judul "Hijab Street Style" yang merupakan buku pertama Dian yang diterbitkan pada tanggal 15 Juli 2012. Buku ini berisi tentang 600 lebih foto hijabers muslimah dari berbagai Indonesia dan juga dari luar negeri seperti Singapura, Kuala Lumpur Malaysia, Bangkok, Thailand, dan lain-lain.

2. Jenahara

BUAH memang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ini adalah ungkapan yang pas disematkan untuk desainer busana muslim, Jenahara. Ya, ia adalah tak lain dan tak bukan adalah putri dari desainer senior Tanah Air, Ida Royani.

Berkecimpung di dunia desain dengan menjadi desainer busana muslim, Jenahara memang merupakan salah satu desainer yang karyanya digandrungi banyak hijabers Indonesia, ia juga salah satu pendiri dari "Hijabers Community Indonesia". Dengan ini rasanya cocok jika Jenahara disebut sebagai sosok Kartini modern masa kini.

Menginsipirasi perempuan khususnya perempuan muda untuk berjuang dan sukses dengan tangan dan kaki sendiri adalah hal yang dilakoni Jenahara, walaupun terlahir sebagai putri dari Ida Royani yang juga mempunyai nama besar di dunia industri fashion, tidak membuat Jenahara menggunakan nama besar ibunya untuk mendongkrak popularitasnya.

Perempuan kelahiran 27 Agustus 1985 ini memilih untuk lebih banyak memepelajari gaya busana nya sendiri dari lingkungan sekitarnya. Gaya yang asimetris menjadikan rancangannya lebih fashionable dan juga unik namun tetap wearable. Sekarang Jenahara sudah mempunyai 3 label fashion, diantaranya Jenahara untuk ready to wear, Jenahara Nasution untuk busana yang limited edition, dan Jenahara by Ida Royani yang merupakan label kerja sama dengan sang Ibunda.

Soal prestasi, Jenahara pun sudah mengharumkan nama Indonesia di kancah mancanegara. Dengan tampilnya beberapa karyanya di perhelatan Hongkong Fashion Week beberapa waktu lalu.

3.Ria Miranda

SOSOK Kartini adalah sosok wanita yang menginspirasi tidak hanya untuk sesama wanita untuk berkarya lebih baik lagi, tetapi juga orang banyak pada umumnya.

Sosok Kartini dulu yang memperjuangkan emansipasi wanita kini di era modern telah berkembang menjadi tidak hanya memperjuangkan emansipasi wanita di kehidupan sehari-hari, tapi juga berkarya dan berguna untuk orang lain.

Ialah desainer muda nan cantik, Ria Miranda, rasanya pantas disematkan titel sebagai sosok Kartini modern. Perempuan kelahiran Padang, Sumatera Barat, 15 Juli 1985 ini adalah seorang perancang busana muslim Indonesia. Ria yang memiliki brand Riamiranda ini termasuk salah seoran tokoh perancang busana yang dianggap mempengaruhi tren pemakaian busana muslim hijab yang berkembang pesat di kalangan perempuan muslim di Tanah Air.

Karya dari Ria banyak mengeksploitasi garis-garis, sentuhan pastel dan girly yang feminin serta berkarakter kuat banyak disukai para hijabers. Permainan warna-warna pastel yang lembut, manis, dan feminin jadi salah satu ciri khas yang dicintai pelanggannya dari perempuan lulusan Universitas Andalas dan sekolah mode ESMOD ini.

Ria yang giat memperkenalkan karyanya lewat media sosial dan juga membentuk hijabers community ini sudah mempunyai belasan outlet yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta,Padang, Medan, Jakarta, Bandung, Cirebon, Balikpapan,Samarinda, Makassar, Banda Aceh dan Surabaya.

Ria yang baru-baru ini merilis koleksi terbaru untuk Sophie Paris ini juga baru saja merilis buku yang berjudul "Passhion!". Buku yang bertemakan tentang kehidupan pribadi serta selama perjalanan kariernya, Lewat buku ini Ria berpesan agar tidak pernah menyerah dalam menggapai impian, melakukan mimpi cita-cita dengan maksimal dan optimal dan yakin bahwa kesuksesan akan datang. Berjuang di dunia fashion sebagai tujuan hidup dan cita-cita yang pantas untuk dipertahankan adalah keyakinan dari salah satu pendiri Hijabers Community ini.

4. Restu Anggraini

BAGI para pecinta dan penikmat fashion Tanah Air, khususnya fashion muslim nama dari desainer muda, Restu Anggraini tentulah sudah tidak asing lagi. Desainer baju muslim ini memang memiliki karya dan prestasi yang sudah dikenal luas hingga ke mancanegara.

Mewakili anak muda, Restu yang akrab disapa Etu ini dapat dikatakan sebagai contoh Kartini masa kini yang sukses. Mengawali karir di industri fashion pada tahun 2010, sosok ETU telah melahirkan sejumlah karya yang luar biasa.

Siapa sangka pada awalnya, Etu bekerja di sebuah event management dan menangani bidang promosi, namun memiliki passion di bidang fashion membuat Etu terpikir untuk terjun dalam bisnis fashion, khususnya fashion untuk perempuan muslim. Bermodalkan kurang dari 5juta rupiah, Etu yang waktu itu berkolaborasi dengan kedua sahabatnya mendesain dress, outer, celana, dan rok dengan jumlah yang tidak banyak. Etu memasarkan produk-produknya ini lewat acara bazaar-bazaar di mal.

Mengusung tema konsep busana muslim bergaya klasik, produk-produk dari Etu kala itu langsung mendapatkan respon yang positif. Baginya, ada kepuasan batin tersendiri kala melihat busana karya dirinya disukai dan dikenakan orang banyak. Ditambah waktu itu desainer-pebisnis busana muslim belum terlalu banyak seperti sekarang. Mulai dari momen inilah, Etu mulai berfikir matang untuk mengambil ilmu dasar desain di sekolah desain.

Etu yang akhirnya menjalankan bisnisnya ini sendiri karena kedua sahabatnya memutuskan untuk tidak lagi menjalani bisnis busana muslim ini. Sebagai desainer dan pebisnis, Etu memanfaatkan sekali jaringan sosial media. Ia menguatkan penjualan melalui website dan sosial media, terutama Instagram.

Bicara soal prestasi, Etu berhasil mengenalkan karyanya lebih luas lagi hingga ke dunia internasional. Salah satunya dalam perhelatan Mercedes-Benz Fashion Week Tokyo 2015, 17 Maret 2015 lalu. Ia lolos seleksi dari sekian banyak desainer dan karyanya. Untuk mengenalkan karya desainer Indonesia ke pasar internasional tersebut, Etu menyiapkan 1,5 bulan untuk 12 koleksi busana muslim berlabel ETU yang ia tampilkan. Tak disangka di sana dirinya mendapatkan respons positif untuk berkolaborasi dengan partner setempat. Koleksinya tampil di majalah mode di Jepang. Bahkan Etu juga melakukan pemotretan khusus untuk halaman fashion spread untuk majalah Jepang tersebut. (okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:58

    Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan

    JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe

  • Senin, 16 Mar 2026 15:21

    Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

    JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa

  • Senin, 16 Mar 2026 15:17

    Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan

    JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:18

    Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial

    JAKARTA  - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya

  • Sabtu, 07 Mar 2026 14:31

    Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

    JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.