Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Aneka Kerajinan Tangan dari Eceng Gondok Jadi Rebutan di Malaysia

Lifestyle

Aneka Kerajinan Tangan dari Eceng Gondok Jadi Rebutan di Malaysia

Kamis, 05 Apr 2018 15:54
okezone.com
Ilustrasi kerajinan eceng gondok (foto: Ulvi90.wordpress)

AKSESORI berbahan eceng gondok Kelompok Usaha Produksi (KUP) Perempuan Desa Peulanteu, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat, menjadi rebutan pada kegiatan Archipelago Exhibition (Archex) di Malaysia.

Nelli Mutia, perwakilan KUP yang dihubungi dari Meulaboh, Kamis mengatakan, promosi produksi kerajinan dari Aceh itu diikut sertakan pada expo yang berlangsung selama dua hari di Aula Hasanuddin Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

"Kerajinan eceng gondok yang kami bawa menjadi rebutan warga di Malaysia. Selama dua hari dipromosikan semua Aksesori yang kami bawa habis terjual," katanya melalui sambungan telepon saat berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan Archipelago Exhibition (Archex) yang berlangsung pada 3 - 4 April 2018 itu, dilaksanakan KBRI Kuala Lumpur untuk meningkatkan akses pasar produk Indonesia serta mendorong investasi asing dan wisatawan mancanegara asal Malaysia.

Selama kegiatan berlangsung, sebut Nelli, peminat yang berkunjung bukan hanya melihat, namun membeli bermacam Aksesori kerajinan tangan dari Aceh Barat yang dikumpul dengan semua produk Indonesia di Negara Jiran itu.

"Peminat ramai namun barang yang kami bawa tidak banyak hanya beberapa bentuk sample atau contoh yang kami buat di Aceh Barat. Kerajinan kita juga jadi trending topik di medsos, mungkin pada kesempatan ke depan akan ada gerai di sini," sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, adapun jenis-jenis aneka Aksesori dari bahan baku eceng gondok kerajinan perempuan Aceh Barat yang dipromosikan itu masih berupa tas, kotak tisu, tempat bulpen, vas bunga, sandal dan dompet.

Kehadiran produk kerajinan tangan dari Aceh pada kegiatan tersebut difasilitasi oleh Kementrian Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (KPDT) RI, sebab desa di Kecamatan Arongan Lambalek salah satu daerah perhatian pemerintah.

Nelli Mutia menyampaikan, kemampuan KPU Perempuan Desa Peulanteu memproduksi kerajinan tangan selama ini mendapat pendampingan dari Mahasiswa Universitas Islam Ar-Raniry Banda Aceh, lewat program Universitas Masuk Kampung (UMD) pada 2017.

Kegiatan pembinaan kelompok perempuan Aceh Barat itu, juga merupakan intervensi program Kolaborasi Masyarakat dan Partisipasi untuk Kesejahteraan (Kompak) yang didanai oleh Departement Foreigh of Affair And Trade (DFAT Pemerintah Australia.

(okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Kamis, 25 Jun 2026 15:14

    Dramatis, Damkar dan Tim Medis di Makassar Bersinergi Lepaskan Mesin Penggiling dari Tangan Pasie

    Tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji Makassar melibatkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar dalam proses penanganan seorang pasien berini

  • Kamis, 25 Jun 2026 15:13

    KPK Lelang Barang Rampasan Kasus Taspen dan Kemnaker, Ini Waktunya

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang barang rampasan dari perkara PT Taspen dan K3 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Hari Anti Korupsi Se-Dunia.Direktur Pelacakan Aset, Pengelola

  • Kamis, 25 Jun 2026 14:45

    Bahlil: Indonesia Setop Impor Solar Berkat Biodiesel, Kini Fokus Kurangi Impor Bensin

    Menteri Eneri dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut program biodiesel berbasis minyak sawit telah membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BB

  • Kamis, 25 Jun 2026 14:39

    500 Personel Gabungan Disiagakan Amankan MTQ Ke-44 Riau dan Pacu Jalur Rayon II di Kuansing

    KUANSING â€" Sebanyak 500 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke-44 dan Pacu Jalur Rayon II yang akan digelar di Kabupaten

  • Kamis, 25 Jun 2026 13:42

    Riau Ikuti Kick-Off Pemdi 2026, Transformasi Digital Pemerintah Makin Dipercepat

    PEKANBARU â€" Pemerintah pusat terus mendorong transformasi tata kelola pemerintahan melalui perubahan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Pemerintahan Digital (Pemdi). Transformasi

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.