Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Hari Perempuan Internasional, Ini Pentingnya Gizi untuk Wanita

Lifestyle

Hari Perempuan Internasional, Ini Pentingnya Gizi untuk Wanita

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 07 Mar 2026 09:57
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 menjadi momentum untuk semakin peduli dan peka pada kondisi wanita, baik dari kesehatan mental hingga fisik. Salah satunya yang menjadi perhatian ialah pemenuhan gizi serta nutrisi pada wanita di balik segudang aktivitas yang dilakukan.

Nutrisi dapat memengaruhi kesehatan mental dengan membantu respons terhadap stres, meningkatkan kualitas tidur, serta menstabilkan suasana hati. Pola dan jadwal makan teratur, hidrasi yang cukup, serta pembatasan konsumsi stimulan mendukung keseimbangan emosional perempuan yang menghadapi tekanan harian kronis.

Vipada Sae-Lao, Nutrition Education and Training Lead Asia Pacific Herbalife, mengatakan perempuan di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, menjalankan beragam peran sekaligus sebagai profesional di tempat kerja, pengambil keputusan di rumah, sekaligus pusat dukungan emosional keluarga. Berlapisnya tanggung jawab ini membuat kebutuhan gizi perempuan perlu diperhatikan.

“Perempuan di kawasan ini juga menghadapi kontras persoalan gizi yang mencolok. Berbagai laporan menunjukkan peningkatan obesitas pada orang dewasa, sementara stunting pada anak dan anemia pada perempuan usia reproduktif masih banyak ditemukan,” ungkap Vipada dalam keterangan resminya.

Vipada mengatakan beban ganda ini memengaruhi kesehatan ibu dan anak, tingkat energi harian, hingga daya tahan tubuh, sehingga semakin menegaskan urgensi bagi perempuan untuk memprioritaskan kesehatan dan kebugaran melalui pilihan yang tepat dan terinformasi setiap hari.

Ia mengungkap nutrisi merupakan fondasi kesehatan preventif, mendukung tingkat energi, stabilitas metabolisme, ketahanan imun, serta penuaan sehat sepanjang siklus hidup perempuan.

“Sejumlah studi menunjukkan bahwa kekurangan mikronutrien, khususnya zat besi, folat, dan vitamin B12, umum terjadi pada perempuan usia reproduktif di Asia, meskipun asupan kalori tergolong memadai,” tambahnya.

Vipada menjelaskan kebutuhan nutrisi berkembang seiring perubahan hormonal. Pada masa menstruasi, kehilangan zat besi secara rutin meningkatkan kebutuhan akan makanan kaya zat besi seperti daging tanpa lemak, lentil, kacang-kacangan, sayuran hijau, serta sereal yang difortifikasi.

Untuk itu penting memerhatikan pemenuhan gizi pada perempuan lantaran dapat memengaruhi siklus hormonal dan aktivitasnya. Mengombinasikannya dengan buah dan sayuran kaya vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
Sumber: (Okezone.com)

Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:58

    Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan

    JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe

  • Senin, 16 Mar 2026 15:21

    Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

    JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa

  • Senin, 16 Mar 2026 15:17

    Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan

    JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:18

    Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial

    JAKARTA  - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya

  • Sabtu, 07 Mar 2026 14:31

    Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

    JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.