Minggu, 14 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Ilmuwan Ciptakan Vodka dari Biji-Bijian dan Air di Chernobyl

Gaya

Ilmuwan Ciptakan Vodka dari Biji-Bijian dan Air di Chernobyl

Minggu, 18 Agu 2019 08:20
(Foto:YouTube/Noticias)
Atomik Vodka.

Sebuah tim yang beranggotakan para ilmuwan dari berbagai negara telah melakukan observasi terhadap area kecelakaan reaktor nuklir Chernobyl. Setelah menjalani serangkaian penelitian, mereka menciptakan sebotol vodka yang dibuat dari air dan biji-bijian di sekitar situs tersebut.

1 dari 3 halaman

Barang Konsumsi Pertama dari Chernobyl

Bagian dalam zona kebocoran nuklir Chernobyl di tahun 2017. 2017 German Orizaola

Vodka tersebut diberi nama Atomik dan menjadi produk konsumsi pertama dari Chernobyl sejak terjadinya kecelakaan reaktor nuklir terburuk dalam sejarah itu. Atomik merupakan buah dari pemikiran Profesor Jim Smith dari University of Portsmouth dan rekan-rekannya.

Air yang digunakan berasal dari sekitar Chernobyl. Sementara biji-bijian untuk biang alkohol ditanam di dalam situs bencana.

2 dari 3 halaman

Terbukti Klinis Bebas Radioaktif Berbahaya

Atomik Vodka. 2019 YouTube/Noticias

Mengonsumsi produk yang berasal dari situs bencana radioaktif seperti Chernobyl mungkin terdengar berisiko, bahkan meskipun kejadiannya sudah berlalu tiga dekade. Namun sejumlah analisis membuktikan bahwa proses penyulingan air secara seksama telah memurnikan kembali air di Chernobyl.

"Minuman ini tidak lebih radioaktif daripada vodka lainnya," tutur Profesor Smith kepada BBC. "Kami sudah meminta rekan kami di Southampton University yang memiliki laboratorium radioanalisis hebat untuk mengetahui apakah mereka menemukan radioaktivitas. Semuanya berada di bawah ambang batas pengujian."

3 dari 3 halaman

Rencana Produksi dan Profit untuk Korban Chernobyl

Bagian dalam zona kebocoran nuklir Chernobyl di tahun 2016. 2016 German Orizaola

Setelah menemukan bukti ilmiah kalau Atomik Vodka tidak berbahaya, tim Profesor Smith berniat untuk memasarkan minuman beralkohol tersebut. Sebagian besar laba yang berhasil didapat akan disumbangkan untuk membantu komunitas masyarakat yang tengah berjuang untuk bangkit dari dampak tragedi Chernobyl.

Mereka berencana untuk memproduksi 500 botol Atomik Vodka di akhir tahun 2019 dan menawarkannya kepada para turis yang berkunjung ke situs ledakan Chernobyl.

"Kami berniat untuk membuat produk bernilai ekonomi tinggi demi mendukung perbaikan perekonomian area di luar zona ledakan di mana radiasi sudah tidak menjadi ancaman kesehatan serius lagi."

Kabar produksi Atomik Vodka telah sampai ke telinga pemerintah Ukraina. Mereka menyambut rencana tersebut. Oleg Nasvit, kepala badan manajemen area bencana Chernobyl menyoroti pentingnya pemulihan tanpa membahayakan kehidupan warga di sekitar area tersebut. [merdeka.com]

Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:58

    Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan

    JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe

  • Senin, 16 Mar 2026 15:21

    Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

    JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa

  • Senin, 16 Mar 2026 15:17

    Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan

    JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:18

    Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial

    JAKARTA  - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya

  • Sabtu, 07 Mar 2026 14:31

    Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

    JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.