Minggu, 14 Jun 2026
  • Home
  • Lifestyle
  • Kenapa Setelah Menikah, Pria Makin Susah Diajak Bicara?

Lifestyle

Kenapa Setelah Menikah, Pria Makin Susah Diajak Bicara?

Selasa, 27 Agu 2019 09:19

Jakarta Pada fase sebelum dan sesudah menikah kita akan dihadapkan pada sejumlah perubahan. Termasuk perubahan sikap pasangan kita. Misalnya, saat dulu masih pacaran, pasangan kita selalu mudah untuk diajak bicara dan ngobrol banyak hal. Tapi begitu menikah, suami kita jadi berbeda dan makin susah diajak bicara.

Kenapa setelah menikah, kaum pria semakin malas meluangkan waktu untuk berbicara? Dikutip dari buku Emotional Intelligence, Ted Huston, seorang ahli psikologi di University of Texas yang mempelajari secara mendalam pasangan-pasangan suami istri mengamati bahwa, "Bagi istri, keintiman berarti membahas berbagai hal sampai tuntas, terutama mengenai hubungan itu sendiri. Para suami, pada umumnya, kurang memahami apa yang dikehendaki istrinya dari mereka. Mereka berkata, 'Saya ingin melakukan banyak hal bersama istri saya, tapi yang diinginkannya hanyalah berbicara.'"

Huston pun menjelaskan lebih lanjut bahwa saat masih pacaran, kaum pria masih bersedia meluangkan waktu untuk berbicara dengan cara-cara yang cocok baginya, dengan harapan terdapat keintiman dengan calon istrinya. Tetapi, setelah menikah, ketika waktu berjalan terus, kaum pria terutama pada pasangan-pasangan yang lebih tradisional, semakin lama semakin malas meluangkan waktu untuk bicara dengan tujuan ini dengan istrinya. Kaum pria merasa kebersamaan dapat tercapai dengan melakukan sesuatu bersama-sama, bukannya ngobrol membahas ini itu.

Memang tak semua pria akan makin sulit diajak bicara setelah menikah. Tapi pada kasus kaum pria yang sikapnya jadi makin sulit untuk diajak mengobrol atau mendiskusikan sesuatu bersama, penyebabnya bisa jadi karena adanya perbedaan pemahaman terkait kebersamaan.

Bisa Jadi Justru Kita yang Terlalu Sensitif

Sikap tidak acuh di pihak para suami barangkali sebagia disebabkan oleh kenyataan bahwa kaum pria sedikit bersikap serba optimis tentang kondisi perkawinannya. Sedangkan kaum istri peka akan adanya titik-titik yang bermasalah. Dalam salah satu studi terhadap perkawinan ditemukan bahwa kaum pria mempunyai pandangan yang lebih bersemangat daripada istrinya pada hampir semua hal dalam hubungan mereka, seperti bercinta, keuangan, hubngan dengan ipar, seberapa baik mereka saling mendengarkan, seberapa jauh kekurangan mereka mengganggu. Pada umumnya, para istri lebih sering mengeluh daripada para suami, terutama pada pasangan yang tidak bahagia. Kondisi seperti itu yang kadang membuat istri merasa jengkel pada suaminya yang sepertinya makin susah diajak serius berbicara dan mendiskusikan hal-hal yang berkenaan dengan hubungan mereka.

Untuk menghadapi sikap suami yang mungkin sudah makin berubah dan berbeda dari saat masih pacaran, kita perlu tetap berusaha mengendalikan diri agar tidak langsung meledak marah-marah. Coba izinkan dia untuk berbicara dan mengutarakan isi hatinya. Dia mungkin bukannya sudah tidak peduli tapi ada pemahaman lain soal kebersamaan yang ia yakini.

sumber: fimela.com

Lifestyle
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Mar 2026 14:58

    Lagi Tren, Ini 5 Tips Membuat Hampers Lebaran yang Menarik dan Berkesan

    JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi hampers Lebaran semakin populer. Hampers sering dijadikan bentuk perhatian kepada keluarga, sahabat, hingga rekan kerja. Selain bisa dibe

  • Senin, 16 Mar 2026 15:21

    Anak Tantrum akibat Pembatasan HP, Ini 4 Cara Menghadapinya

    JAKARTA - Menghadapi anak yang sedang tantrum akibat pembatasan penggunaan handphone sering kali menjadi tantangan bagi banyak orangtua. Terdapat 4 cara agar hubungan tetap hangat dan anak merasa dipa

  • Senin, 16 Mar 2026 15:17

    Viral Gadis 22 Tahun Dijodohkan dengan Pria 65 Tahun, Komentar Nitizen Jadi Sorotan

    JAKARTA - Viral seorang gadis berusia 22 tahun dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang terpaut usia 43 tahun karena dinilai mapan dan berstatus juragan di kampung halamannya. Kisah ini pun menja

  • Sabtu, 14 Mar 2026 14:18

    Mengenal Fenomena Fake Rich yang Viral di Media Sosial

    JAKARTA  - Fenomena fake rich belakangan ramai dibicarakan di media sosial. Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang menampilkan gaya hidup mewah di internet meskipun kondisi keuangannya

  • Sabtu, 07 Mar 2026 14:31

    Literasi Digital dan Peran Keluarga Dinilai Penting untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

    JAKARTA - Pemerintah berencana memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas pada akhir Maret 2026. Regulasi ini dinilai sebagai langka

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.