Yusuf Mubarok, Executive Manager Menu Development dari Acs yang menaungi Garuda dan Citilink mengungkapkan menu kuliner nasi ikan arsik ini dibuat secara khusus untuk penumpang Citilink. Jika biasanya ikan arsik dibuat oleh masyarakat Sumatera Utara menggunakan ikan emas, Citilink menggantinya dengan ikan Dori untuk meminimalisir tulang pada ikan.
"Ikan kita ganti jadi ikan dori karena ikan emas masih memiliki banyak tulang. Hal ini untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang selama penerbangan. Sementara untuk bumbu yang digunakan persis mirip dengan aslinya dari Sibolga, cuma ada beberapa bumbu yang diganti karena sulit menemukannya di sini," kata Yusuf Mubarok.
Memasak ikan arsik juga menggunakan bumbu otentik dari Sumatera utara seperti kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, ketumbar dan andaliman. Namun karena sulit menemukan andaliman, pihak Citilink menggantinya dengan asam jawa. Proses memasak ikan di marinasi sebelum dimasukkan ke dalam oven secara masal. Sekilas ikan arsi ini terlihat seperti ikan kari.
Menu kuliner nusantara di atas 30 ribu kaki
Selain nasi ikan arsik terdapat beberapa menu kuliner nusantara lainnya yang dihadirkan Citilink yaitu Nasi Campur Bali, Nasi Kuning Cakalang Manado, dan Nasi Ayam Tangkap Aceh. Peluncuran sejumlah menu baru memberikan pengalaman baru bagi Anda untuk menikmati citarasa kelezatan kuliner nusantara dari atas ketinggian 30 ribu kaki.
"Dengan menambahkan beragam referensi menu mulai dari kuliner nusantara hingga kids menu dan vegetarian menu diharapkan mampu meningkatkan customer experience serta memberikan pengalaman kualitas makanan bintang lima ketika terbang bersama dengan Citilink Indonesia," tutup Benny.
(liputan6.com)