Nasional
Anies Baswedan Paparkan Tahapan Pembangunan Manusia Berkualitas Menuju Indonesia Emas
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 29 Jan 2024 16:58
JAKARTA â€" Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan menjadi pembicara di PPI Institute seri kedua yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (PPID), pada Sabtu 27 Januari 2023. Bicara secara online, Anies menyampaikan visi dan misinya mewujudkan Indonesia Emas.
Anies Baswedan menyampaikan bahwa Indonesia Emas yang dimaksud adalah manusianya, bukan bangunannya, karena majunya sebuah bangsa itu bukan karena sumber daya alam yang kaya raya, akan tetapi kualitas manusianya.
Perubahan mendasar menuju manusia Indonesia yang berkualitas, lanjut Anies, dapat ditempuh melalui beberapa tahap.
“Pertama, pendidikan sebagai investasi. Kedua, fokus menumbuhkan kualitas manusia. Ketiga, eskalator sosial-ekonomi dan kunci menembus pasar global,” kata Anies Baswedan.
Agenda pendidikan dalam meningkatkan kualitas SDM juga dapat ditempuh melalui penambahan kuota LPDP dan menambah kebermanfaatannya. Ia merencanakan, tidak hanya APBN dalam hal pendanaan akan tetapi juga pelibatan swasta melalui dana filantropi dan CSR.
“Saya ingin mengajak kepada seluruh pelajar Indonesia di Luar Negeri untuk jaga stamina intelektual, spiritual, moral dan fisik. Selalu bawa nama baik Indonesia di kancah Internasional,” pungkas mantan gubernur DKI Jakarta ini.
PPI Institute seri kedua ini bertema “Pembangunan Sumber Daya Manusia”. Selain Anies Baswedan, acara ini menghadirkan narasumber-narasumber seperti Menaker RI Dr. Ida Fauziyah dan M Rinaldi Nur Ibrahim, Founder Youth Ranger Indonesia.
PPI Institute 2024 merupakan program yang dibentuk oleh Biro Satuan Pengendalian Internal, Hukum, dan Kelembagaan (SPIHK) yang mengangkat tema “Aktualisasi Pemuda Berjaya, Manifestasi Indonesia Emas 2045”. Acara tersebut juga merupakan rangkaian lanjutan dari program PPI Institute yang berjumlah hingga 6 seri mendatang.
Dengan adanya acara ini, diharapkan bisa menjadi peluang untuk siap berkiprah dalam berbagai sektor di Indonesia.
“Acara ini juga menjadi saksi atas tekad, kerja keras dan semangat mahasiswa Indonesia untuk mengaktualisasikan Indonesia Emas 2045,” ujar Faiz sebagai Ketua Kelembagaan Biro SPIHK PPID.
Wakil Koordinator PPI Dunia, Adi Marhadi menyampaikan berkaitan dengan pengembangan SDM, harus mengetahui apa yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Maka dari itu, salah satu tantangan yang dihadapi oleh human resource di Indonesia adalah terkait dengan tantangan global.
Program PPI Institute, lanjut Marhadi, memberikan kesempatan kepada mahasiswa baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. “untuk meningkatkan kompetensi yang terampil, unggul dan berdaya saing dalam mempersiapkan Indonesia Emas 2045 kedepan,” Imbuh Marhadi.
Menaker RI, Ibu Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si., menyampaikan data potret ketenagakerjaan Indonesia bahwa tingkat pengangguran tinggi dialami oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi dan pendidikan menengah. Padahal, anga penduduk usia produktif Indonesia meningkat diatas rata-rata setiap tahunnya.
Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang, karena banyaknya penduduk Indonesia dalam usia produktif menjadi sangat membantu untuk menggapai bonus demografi dalam mencapai Indonesia Emas 2045.
Pemerintah juga sudah bergerak untuk meningkatkan Balai Kerja Vokasi (BLK) untuk meningkatkan kompetensi SDM Indonesia yang adaptif, resilien dan inklusif.
“Saya yakin, mahasiswa yang belajar di luar negeri memiliki banyak ilmu dan pengalaman yang didapatkan. Ketika nanti menjadi tenaga kerja atau wirausahawan yang sukses akan menjadi generasi masa depan Indonesia, juga menjadi generasi yang turut mewarnai bonus demografi. Bangunlah jejaring untuk berkontribusi karena Indonesia menunggu kalian semua.” Pungkas Ibu Dr. Ida Fauziyah.
Rinaldi Nur Ibrahim, Founder Youth Ranger Indonesia, bercerita tentang lika-liku perjuangannya untuk meningkatkan pengembangan SDM. Ia memiliki 6 platform media yang keseluruhannya bergerak dalam bidang pendidikan, kepemimpinan dan pengembangan SDM. Bahkan ia juga sudah mampu untuk memberikan beasiswa bagi pelajar dari tingkat pendidikan dasar hingga profesi.
“Era sekarang, media digital itu peluang besar dan penting untuk meningkatkan potensi kemampuan untuk memperluas jaringan. Maka dari itu, Masyarakat Indonesia harus melek dan mampu untuk mengoperasikan media,” ungkap Renaldi.
“Yang harus kita lakukan adalah membangun percaya diri, merangkul, dan memberikan wadah untuk berkembang,” lanjutnya.
sumber:okezone.com