Sabtu, 04 Jul 2026
Nusantara
Pemkab Jayawijaya Dorong Budi Daya Pangan Lokal, Perkuat Ketahanan Pangan Jayawijaya dan Ekonomi Masyarakat
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 04 Jul 2026 11:06
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya di Papua Pegunungan secara aktif mendorong masyarakat untuk kembali membudidayakan pangan lokal. Inisiatif ini melibatkan 328 kampung di seluruh wilayah Jayawijaya guna memperkuat ketahanan pangan daerah secara mandiri. Langkah strategis ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, menyatakan bahwa wilayah Jayawijaya memiliki lahan yang sangat luas dan berpotensi besar untuk pertanian. Lahan tersebut sangat ideal untuk menanam komoditas pangan lokal seperti betatas, singkong, dan berbagai jenis umbi-umbian. Upaya ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
Dorongan ini juga bertujuan untuk menjaga kesehatan masyarakat dengan mengonsumsi makanan rendah gula dan alami. Selain itu, budi daya pangan lokal ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini disampaikan Bupati Murib dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (04/7) sebagai bagian dari program ketahanan pangan Jayawijaya.
Memperkuat Ketahanan Pangan Jayawijaya dan Kesehatan Lokal
Bupati Atenius Murib menekankan bahwa pangan lokal merupakan kekuatan utama Jayawijaya dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. Dengan kembali menanam umbi-umbian di lahan masing-masing, masyarakat tidak akan lagi terlalu bergantung pada pangan nasional seperti beras. Ketersediaan pangan lokal yang melimpah akan menjamin pasokan makanan yang stabil dan berkelanjutan.
Makanan tradisional seperti betatas dan singkong dikenal memiliki kandungan gula yang rendah dan sangat baik untuk kesehatan tubuh. Konsumsi pangan lokal ini dapat berkontribusi pada pola makan yang lebih sehat bagi warga Jayawijaya. Ini juga menjadi solusi di tengah tantangan distribusi pangan yang kadang terhambat di wilayah pegunungan.
Ketersediaan umbi-umbian yang dibudidayakan secara mandiri akan menjadi penyangga penting bagi masyarakat. Jika terjadi keterlambatan distribusi beras ke wilayah Jayawijaya, konsumsi masyarakat tidak akan terganggu secara signifikan. Masyarakat memiliki alternatif makanan pokok yang bergizi, mudah diakses, dan merupakan bagian dari budaya lokal mereka.
Potensi UMKM dan Keunggulan Budidaya Alami di Jayawijaya
Ajakan kepada seluruh masyarakat di 328 kampung untuk kembali ke kampung dan menanam umbi-umbian memiliki dua manfaat utama. Selain berfungsi sebagai makanan pokok pengganti nasi, hasil panen juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produk-produk UMKM. Ini membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat lokal.
Sejak dahulu, masyarakat di kawasan Jayawijaya telah menanam tanaman secara alami tanpa menggunakan pupuk kimia apapun. Praktik budidaya yang organik ini menghasilkan kualitas perkebunan dan pertanian yang sangat berbeda dengan daerah lainnya. Hasil panen memiliki rasa alami, menyegarkan, dan bebas dari bahan kimia berbahaya.
Bupati Murib menjelaskan bahwa rata-rata penanaman sayuran, buah-buahan, maupun umbi-umbian di Papua Pegunungan tidak pernah menggunakan pupuk. Hal ini menjadikan hasilnya sangat sehat, luar biasa, dan memiliki cita rasa alami yang khas. Kualitas produk pertanian Jayawijaya yang alami ini menjadi nilai tambah yang unik dan berpotensi pasar luas.
Sebagai bentuk dukungan dan komitmen, Bupati Jayawijaya Atenius Murib, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jayawijaya Idawari Waromi, baru-baru ini meninjau dan memanen betatas. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Taganek, Distrik Yalengga, Kabupaten Jayawijaya, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam program ketahanan pangan Jayawijaya.(merdeka.com)
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/pemkab-jayawijaya-dorong-budi-daya-pangan-lokal-perkuat-ketahanan-pangan-jayawijaya-dan-ekonomi-masyarakat-587688-mvk.html?page=3
komentar Pembaca