Nasional
BPN Tak Percaya Survei Kompas yang Sebut 53% Pro-Prabowo Terima Hasil Pemilu
Senin, 17 Jun 2019 16:14
"Bagaimana mungkin hasil surveinya seperti ini di berbagai lembaga survei? Sedangkan Prabowo-Sandi saja sejak awal menolak hasil Pilpres yang diumumkan oleh KPU karena terdapat banyak sekali kecurangan?" kata Suhendra Ratu Prawiranegara kepada wartawan, Selasa (17/6/2019).
Suhendra juga heran dengan Litbang Kompas yang melakukan jajak pendapat. Menurut dia, jajak pendapat itu seolah menggiring opini masyarakat bahwa pemilu telah usai.
"Toh kecurangan-kecurangan pemilu secara kualitatif dan kuantitatif telah disampaikan para kuasa hukum Prabowo Sandi dalam sidang pendahuluan MK, secara terbuka kecurangan-kecurangan pemilu tersebut juga sudah diketahui oleh publik," kata Suhendra.
Sementara itu menurut juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Daulay, pertanyaan dalam survei Kompas tumpang tindih.
"Sebab, pertanyaan tentang menerima atau tidak menerima hasil pemilu didasarkan atas prevalensi pilihan mereka dalam pemilu. Kalau itu dasarnya, tentulah jawabannya sejalan dengan pilihan dia di pilpres. Kalau yang dukung 01, tentu mengatakan akan menerima. Dan yang mendukung 02, kelihatannya lebih besar menolak," ungkap Saleh, terpisah.
Saleh berharap pendapat masyarakat akan berubah seiring berjalannya gugatan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.
"Jika peradilannya berlangsung secara fair dan adil, tentu dapat melegakan dan menentramkan masyarakat," ucap Saleh.
Jajak pendapat tersebut dipublikasikan oleh Litbang Kompas pada Senin (17/6/2019). Pengumpulan pendapat ini dilakukan melalui telepon pada 27-28 Mei 2019. Sebanyak 536 responden dipilih secara acak bertingkat di 17 kota besar di Indonesia. Jumlah responden ditentukan secara proporsional di setiap kota. Tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error +- 4,2%.
Responden diberi pertanyaan 'menerima atau menolak hasil Pemilu 2019?'. Berikut jawabannya berdasarkan pilihan di Pilpres:
Jokowi-Amin
Menerima apa pun hasilnya: 96,4%
Menolak apa pun hasilnya: 2,3%
Menerima hanya jika Jokowi menang: 0,9%
Menerima hanya jika Prabowo menang: 0,4%
Tidak tahu: -
Prabowo-Sandiaga
Menerima apa pun hasilnya: 53,5%
Menolak apa pun hasilnya: 36,8%
Menerima hanya jika Jokowi menang: 0,7%
Menerima hanya jika Prabowo menang: 3,5%
nasional
Pegawai PNM Pelalawan Tenggelam di Sungai Indragiri saat Survei Kebun
RENGAT-Diduga akibat sarat muatan, pegawai lembaga pembiayaan non-bank Pemodalan Nasional Madani (PNM) Ukui Kabupaten Pelalawan Ardi Yahya (34) tenggelam di Sungai Indragiri. Persisnya di Desa Pasir S
Rumah Petak dan Mobil Pikap Ludes Terbakar di Marpoyan Damai
PEKANBARU-Satu unit rumah petak dan sebuah mobil pikap terbakar di Jalan Mesjid Sirathal Mustakim, RT 004 RW 014, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Selasa (19/5/20
Bhabinkamtibmas Beri Motivasi Petani Cabai untuk Tingkatkan Hasil Panen
PELALAWAN â€" Jajaran Polres Pelalawan melalui Polsek Pangkalan Lesung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah hukumnya. Salah satu upaya tersebut dilakukan d
FBN Riau Dilantik, Kepala Kesbangpol Harap Jadi Garda Terdepan Cegah Degradasi Moral dan Peredaran Narkoba
PEKANBARU-Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rahmat hadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Riau. Kegiatan ini dirangkai
Orgen Tunggal Malam di Deluk, Polisi Amankan Seorang Pengguna Narkoba
BENGKALIS-Satres Narkoba Polres Bengkalis bersama Tim Raga, Samapta Polres Bengkalis serta gabungan personel Polsek Bantan mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengguna perusak saraf jenis sab