Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Nasional
  • Hari Perempuan Internasional, Menteri PPPA: Kekerasan Anak dan Wanita Masih Jadi Hal Serius

Berita

Hari Perempuan Internasional, Menteri PPPA: Kekerasan Anak dan Wanita Masih Jadi Hal Serius

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 12 Mar 2026 16:07
(FotoOkezone.com)
JAKARTA - Hari Perempuan Internasional diperingati pada 8 Maret 2026 dan menjadi momentum penting untuk memperkuat pemberdayaan perempuan. Momentum ini juga menjadi ruang untuk merayakan kekuatan, keberanian, serta kontribusi perempuan melalui kolaborasi yang saling menguatkan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifah Fauzi, menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk memastikan perempuan dan anak perempuan memperoleh perlindungan dan kesempatan berpartisipasi secara setara dalam pembangunan nasional. Ia juga menjelaskan permasalahan kekerasan pada perempuan dan anak masih menjadi hal serius yang perlu dibenahi.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius dan membutuhkan perhatian serius,” jelas Menteri Arifah dalam Forum Perempuan bertajuk Rights, Justice, Action, Dari Hak Menuju Aksi untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan, dikutip Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional tahun 2024, prevalensi kekerasan terhadap perempuan usia 15 sampai dengan 64 tahun tercapai sebesar 6,9 persen. Hal ini menurun dibanding tahun 2018 sebesar 9,4 persen, namun angkanya tetap masih cukup tinggi.

Menteri Arifah menjelaskan KemenPPPA juga melakukan Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Perempuan. Hasil survei menunjukkan sekitar 50,78 persen anak usia 13 sampai dengan 17 tahun atau sekitar 11,5 juta anak pernah mengalami setidaknya satu kekerasan yang dialami sepanjang hidupnya.
“Selain itu, 33,64 persen anak atau sekitar 7,5 persen mengalami kekerasan selama 12 bulan terakhir,” tambahnya.

Di Hari Perempuan Internasional ini, dr. Lovely Daisy, MKM, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan RI, menekankan pentingnya penguatan sistem kesehatan berbasis pencegahan dan keterlibatan komunitas.

Ia menjelaskan penguatan kesehatan masyarakat harus dimulai dari pendekatan yang menempatkan pencegahan sebagai fondasi utama.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong praktik hidup sehat di tingkat keluarga dan komunitas, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, sistem kesehatan perlu memastikan bahwa perempuan memiliki akses terhadap informasi, layanan kesehatan yang berkualitas, serta perlindungan terhadap hak-hak kesehatan reproduksi mereka,” ujar dr. Lovely Daisy.
Sumber: (Okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.