Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Impor Beras Khusus dari AS, Menko Pangan Tegaskan Bukan untuk Konsumsi Harian

Berita

Impor Beras Khusus dari AS, Menko Pangan Tegaskan Bukan untuk Konsumsi Harian

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 03 Mar 2026 11:14
(FotoOkezone.com)
JAKARTA-Pemerintah memberikan penjelasan lebih rinci terkait rencana impor beras dari Amerika Serikat (AS). Beras yang akan diimpor merupakan jenis khusus, seperti beras Jepang, yang bukan untuk konsumsi harian masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut impor tersebut hanya sebesar 1.000 ton dan menjadi bagian dari skema kerja sama dagang timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam kerangka Agreement of Reciprocal Trade (ART).

"Oh, yang beras itu mengenai beras khusus," kata Zulhas, Selasa (3/3/2026).

Ia menegaskan beras yang dimaksud bukan beras biasa yang dikonsumsi masyarakat sehari-hari, melainkan beras dengan spesifikasi tertentu yang menyasar segmen khusus.

"Seperti beras Jepang, itu disebut beras khusus. Ada juga beras untuk penderita diabetes. Yang jelas, ini bukan beras untuk makanan pokok kita," ujarnya.

Menurutnya, praktik impor beras khusus bukan hal baru. Indonesia juga memiliki perjanjian serupa dengan Jepang, terutama untuk kebutuhan restoran Jepang yang membutuhkan jenis beras tertentu yang tidak diproduksi secara massal di dalam negeri.

Saat ditanya mengapa tidak diproduksi di dalam negeri, Zulhas mengakui faktor harga menjadi pertimbangan utama.

"Mahal, bisa lebih dari Rp100 ribu per kilogram. Siapa yang mau beli? Biasanya yang beli konsumen restoran Jepang," katanya.

Ia kembali menegaskan kebijakan ini bukan karena ketidakmampuan produksi dalam negeri, melainkan karena ceruk pasar yang sangat spesifik dan harga yang relatif tinggi.

"Seperti beras Jepang itu harganya sekitar Rp100 ribu per kilogram," tambahnya.

Dengan demikian, pemerintah memastikan impor 1.000 ton beras dari AS tidak akan mengganggu pasar beras nasional. Beras yang didatangkan merupakan beras khusus untuk kebutuhan tertentu, bukan untuk menggantikan beras lokal yang menjadi konsumsi mayoritas masyarakat Indonesia.
Sumber: (Okezone.com)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.