Rabu, 20 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Jika Pimpinan KPK dari Polri, ICW: Potensi Terjadi Konflik Kepentingan

Nasional

Jika Pimpinan KPK dari Polri, ICW: Potensi Terjadi Konflik Kepentingan

Selasa, 18 Jun 2019 09:54
Detik.com
JAKARTA - Panitia seleksi (pansel) calon pimpinan (capim) KPK menjamin tak akan ada konflik kepentingan jika terdapat komisioner KPK yang berasal dari Polri. Indonesia Corruption Watch (ICW) meragukan jaminan pihak pansel KPK.

"Jika pimpinan KPK ke depan berasal dari institusi penegak hukum tertentu, bagaimana publik akan percaya bahwa ia juga akan menerapkan pemberantasan korupsi secara maksimal jika salah satu pelaku korupsinya berasal dari lembaganya terdahulu?" kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Senin (17/6/2019).

ICW menyarankan para anggota kepolisian yang berpotensi menjadi pimpinan KPK membesarkan nama Polri dalam menguak kasus tindak pidana korupsi. Pasalnya, menurut Kurnia, persepsi masyarakat terhadap Polri terkait perang melawan korupsi belum banyak berubah.

"Sebaiknya kader-kader Polri yang memang mempunyai integritas serta keberanian dalam mengungkap praktik korupsi diberdayakan saja di institusi kepolisian itu sendiri," terang Kurnia.

"Karena bagaimanapun, selama ini persepsi masyarakat terhadap lembaga kepolisian belum banyak berubah terkait perang melawan korupsi. Maka dari itu, harusnya Kapolri menjadikan hal ini sebagai pekerjaan rumah yang utama," imbuhnya.

Selain itu, Kurnia menilai KPK belum membutuhkan capim yang berasal dari lembaga penegak hukum.

"Hal lain lagi, sebenarnya siapa pun yang terpilih menjadi komioner KPK berdasarkan UU KPK melekat status sebagai penyidik dan penuntut. Maka dari itu, kami menganggap capim KPK yang berasal dari institusi penegak hukum tertentu belum terlalu dibutuhkan," ujarnya.

Salah seorang anggota pansel capim KPK, Al Araf, sebelumnya menjamin tidak ada konflik kepentingan jika ada pimpinan KPK yang berasal dari Polri. Dia memastikan semua calon pimpinan KPK akan menjalani proses seleksi yang ketat.

"Menurut saya, semua itu walaupun dari polisi atau dari mana pun harus mengikuti tahapan yang tepat itu. Dan sehingga konflik-konflik kepentingan itu akan sulit kalau kemudian proses seleksi dilakukan secara bertahap," kata anggota Pansel Capim KPK, Al Araf, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/6).


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Selasa, 19 Mei 2026 16:47

    Pegawai PNM Pelalawan Tenggelam di Sungai Indragiri saat Survei Kebun

    RENGAT-Diduga akibat sarat muatan, pegawai lembaga pembiayaan non-bank Pemodalan Nasional Madani (PNM) Ukui Kabupaten Pelalawan Ardi Yahya (34) tenggelam di Sungai Indragiri. Persisnya di Desa Pasir S

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:26

    Rumah Petak dan Mobil Pikap Ludes Terbakar di Marpoyan Damai

    PEKANBARU-Satu unit rumah petak dan sebuah mobil pikap terbakar di Jalan Mesjid Sirathal Mustakim, RT 004 RW 014, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Selasa (19/5/20

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:22

    Bhabinkamtibmas Beri Motivasi Petani Cabai untuk Tingkatkan Hasil Panen

    PELALAWAN â€" Jajaran Polres Pelalawan melalui Polsek Pangkalan Lesung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah hukumnya. Salah satu upaya tersebut dilakukan d

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:15

    FBN Riau Dilantik, Kepala Kesbangpol Harap Jadi Garda Terdepan Cegah Degradasi Moral dan Peredaran Narkoba

    PEKANBARU-Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rahmat hadiri pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Riau. Kegiatan ini dirangkai

  • Selasa, 19 Mei 2026 16:12

    Orgen Tunggal Malam di Deluk, Polisi Amankan Seorang Pengguna Narkoba

    BENGKALIS-Satres Narkoba Polres Bengkalis bersama Tim Raga, Samapta Polres Bengkalis serta gabungan personel Polsek Bantan mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pengguna perusak saraf jenis sab

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.