Nasional
KPSN Desak Komeks PSSI Diberhentikan Dengan Tidak Hormat
Laporan : Joko prasetyo
Kamis, 10 Jan 2019 08:59
Desakan tersebut tertuang dalam Kesepakatan Bidakara yang merupakan aspirasi Komite perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) usai menggelar diskusi bertajuk 'Menuju Sepakbola Bersih, Berprestasi, Tanpa Mafia' yang dihadiri 18 perwakilan asosiasi provinsi (Asprov) PSSI dan beberapa klub sepakbola di Jakarta, Rabu (9/1/2018).
"Kami akan memperjuangkan aspirasi KPSN ini pada Kongres tahunan PSSI 2019 nanti di Bali, " ujar Ketua Asprov Sulawesi Tenggara, Sabarudin Labamba saat membaca aspirasi.
Satu butir kesepakatan KPSN lainnya adalah, mendorong Satgas Anti Mafia Bola Polri untuk terus memberantas dan mengusut praktik match fixing secara tuntas dan menyeluruh melalui hukum yang adil dan tanpa pandang bulu, sesuai kesetaraan di muka hukum. "Kedua, mendukung penuh upaya kepolisian yang memerangi mafia bola, " ujar Sabarudin.
Anggota Komisioner KPSN Muhammad Zein menyatakan keprihatinannya atas kondisi sepakbola di tanah air yang tidak berjalan secara baik. "Sepak bolanya tidak kacau, hasilnya saja. Mestinya kalau pengurus PSSI merasa tidak mampu, sebaiknya pulang ke rumah saja," kata Zein
Hal senada Presiden Persijap Jepara Esti Puji Lestari menyatakan akan berupaya membawa dua tuntutan itu ke kongres PSSI. Menurutnya, ke depan federasi harus lebih ketat lagi memilih pengurus yang mengisi posisi strategis. "(Pengurus) Yang terlibat harus ada sanksi," katanya.
Adapun 11 Asprov PSSI yang hadir yakni Asprov PSSI DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Riau, Sulawesi Tenggara, Lampung, dan Gorontalo. Selain itu, ada dua Asosiasi Kota Provinsi (Askot) yang juga hadir, yakni Askot PSSI Jakarta Timur, dan Depok.
Dari pihak klub, ada tujuh tim yang hadir ke acara tersebut yakni Madura FC, Persiraja Banda Aceh, Aceh United, Persika Karawang, PSIM Yogyakarta, Persijap Jepara, dan Persiwa Wamena.(jok)
AS Tiba-tiba Batalkan Pengerahan 4.000 Tentara ke Negara NATO Polandia, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) tiba-tiba membatalkan rencana pengerahan 4.000 tentara ke negara NATO; Polandia. Pembatalan ini diungkap para pejabat Amerika pada hari Jumat, seiring Washington mengatur ulang pa
Jual Sabu, Ibu Muda di Bengkalis Ditangkap Polisi
BENGKALIS-Tekanan ekonomi diduga menjadi alasan seorang ibu muda di Desa Pakning Asal, Kecamatan Bukit Batu, nekat terjun ke bisnis haram narkotika jenis sabu. Namun, langkah pintas tersebut justru me
Sedang Asyik Nyabu, Dua Warga Sintong Diamankan Tim Gabungan Intel Korem dan Kodim 0321/Rohil
ROHIL-Dua terduga penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu tak berkutik saat diamankan tim gabungan Intel Korem 031/WB bersama Unit Intel Kodim 0321/Rohil yang dipimpin Letda Inf Nurahmad.Penangkapan
Prabowo Bangga Beras dan Pupuk RI Laris Manis Dibeli Negara Lain.
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyak negara di dunia saat ini kesulitan hingga panik karena gejolak perang di Timur Tengah. Prabowo mengatakan negara-negara lain bahkan membeli beras
Sopir Ngantuk, Truk Muat Batu Bata Kecelakaan Tunggal di MT Haryono.
Jakarta - Sebuah truk muatan mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan MT Haryono, Jakarta Timur atau Layang Cawang Kompor, pagi tadi. Truk tersebut menuju ke arah Halim Perdana Kusuma."05.44 Sebuah