Senin, 13 Jul 2026
  • Home
  • Nasional
  • Kemenhan Kumpulkan Panglima TNI dan Jaksa Agung, Posisi Febrie Adriansyah Jadi Sorotan

Nasional,

Kemenhan Kumpulkan Panglima TNI dan Jaksa Agung, Posisi Febrie Adriansyah Jadi Sorotan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 13 Jul 2026 10:51
JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengumpulkan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dalam rapat tertutup yang digelar di Kantor Kemhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026). Pertemuan ini memantik spekulasi soal nasib eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

Sejumlah pejabat tinggi lintas lembaga terlihat hadir dalam rapat tersebut. Beberapa di antaranya yakni Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung, ST Burhanuddin, dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh, serta beberapa petinggi lembaga lainnya.


Belum ada keterangan resmi mengenai materi yang dibahas. Namun, kuat dugaan forum tersebut turut menyinggung posisi Febrie Adriansyah di dalam struktur Satgas PKH, mengingat yang bersangkutan selama ini menjabat sebagai Ketua Pelaksana.

Evaluasi Peran Sentral Ketua Pelaksana
Febrie memegang peran sentral sejak Satgas PKH dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025. Selama hampir 1,5 tahun, ia memimpin operasi penertiban kawasan hutan dengan melibatkan lintas kementerian dan lembaga.


Satgas PKH sendiri beranggotakan Kejaksaan Agung, Polri, TNI, serta kementerian teknis seperti Kehutanan, Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral, Pertanian, Keuangan, hingga BPKP.

Sejak beroperasi pada Februari 2025, Satgas PKH telah memanggil ratusan perusahaan sawit dan pertambangan yang diduga melanggar aturan di kawasan hutan. Puluhan perusahaan di antaranya telah dikenai sanksi, mulai dari kewajiban pembayaran denda dan pajak, pencabutan izin, hingga pengambilalihan kembali kawasan oleh negara.

Capaian Jutaan Hektare Lahan Negara
Dengan capaian operasional yang masif, keberlanjutan kepemimpinan Satgas PKH menjadi sangat krusial. Rapat tertutup yang digelar Kemenhan ini dinilai menjadi momen penting untuk menentukan arah satgas ke depan, termasuk kemungkinan evaluasi posisi Ketua Pelaksana.

Berikut data pemulihan aset lingkungan yang berhasil dihimpun hingga pertengahan tahun ini:

* Sektor Perkebunan: Menguasai kembali sekitar 5,9 juta hektare kawasan hutan dari aktivitas perkebunan sawit ilegal hingga Mei 2026.
* Sektor Pertambangan: Mengambil alih kembali 12,4 ribu hektare lahan dari aktivitas pertambangan ilegal.
* Penegakan Hukum: Penjatuhan sanksi administratif, pencabutan izin usaha, hingga kewajiban pemenuhan denda serta pajak bagi puluhan korporasi pelanggar aturan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kemenhan maupun anggota Satgas PKH terkait hasil rapat tersebut.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/kemenhan-kumpulkan-panglima-tni-dan-jaksa-agung-posisi-febrie-adriansyah-jadi-sorotan.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki