Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • Pemerintah Tak Sungguh-Sungguh Tangani Bencana Asap

Pemerintah Tak Sungguh-Sungguh Tangani Bencana Asap

Kamis, 08 Okt 2015 16:56
Antara
JAKARTA - Pemerintah dinilai tak bersungguh-sungguh menangani masalah kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Bahkan, langkah-langkah pemadaman itu terkesan lambat dan masih terbelenggu proses birokrasi yang rumit.

"Bagi kami yang berada di Riau ini, penanganan kabut asap yang dikoordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana sangat lamban. Asap masih ada di mana-mana," ujar Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Al Azhar ketika dikonfirmasi, Kamis (8/10/2015).

Menurut dia, ada kesan pemerintah, baik pusat dan daerah tidak bersungguh-sungguh menanggulangi persoalan asap yang cukup menyiksa warga Riau tersebut. "Konstitusi kita masih UUD 1945 kan, seharusnya mereka para pemangku kekuasaan itu paham bahwa dalam pembukaan itu jelas kalau negara itu wajib melindungi masyarakat atau rakyatnya," ujar dia.

Selain itu, lanjut Al Azhar, proses penegakan hukum terhadap para pembakar hutan itu terkesan 'loyo'. Langkah aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi atau memberikan hukuman terhadap pihak-pihak yang melakukan pembakaran itu hanya sesaat. "Proses penegakan hukum berlangsung saat asap masih pekat, namu saat asap itu sirna, proses hukum itu sirna juga. Mereka bukan maling sandal. Mereka adalah pelaku kejahatan lingkungan yang menyengsarakan jutaan orang. Hukumannya harus berat, " terang dia.

Apalagi, mereka itu adalah orang-orang atau korporasi yang dipegang oleh pihak luar dan menguasai hampir 5,5 juta lahan dari 8 juta lahan di wilayah Riau.

Sementara itu, Kurniawan Sabar, Manajer Kampanye Eksekutif Nasional WALHI ketika dimintai pandangannya soal penegakan hukum mengatakan, memang yang perlu dilakukan segera oleh pemerintah adalah melakukan penegakan hukum terhadap korporasi yang melakukan kejahatan lingkungan. Selain itu melakukan peninjauan terhadap perijinan dan luasan konsesi yang telah diberikan kepada korporasi, serta melakukan pemulihan dan perlindungan eksositem penting dan rentan seperti ekosistem gambut.

"Pemulihan ekosistem gambut dapat dilakukan dengan melakukan penyekatan atau memblok (blocking) kanal-kanal yang telah dibuat oleh industri monokultur untuk mengeringkan lahan gambut, sehingga lahan-lahan gambut tersebut dapat terairi kembali. Perintah Presiden untuk membangun kanal dan bukannya memblok kanal-kanal justru akan memperparah situasi yang telah ada," tandas Kurniawan Sabar.

(okezone.com)
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 11:34

    AS Tiba-tiba Batalkan Pengerahan 4.000 Tentara ke Negara NATO Polandia, Ada Apa?

    Amerika Serikat (AS) tiba-tiba membatalkan rencana pengerahan 4.000 tentara ke negara NATO; Polandia. Pembatalan ini diungkap para pejabat Amerika pada hari Jumat, seiring Washington mengatur ulang pa

  • Sabtu, 16 Mei 2026 11:27

    Jual Sabu, Ibu Muda di Bengkalis Ditangkap Polisi

    BENGKALIS-Tekanan ekonomi diduga menjadi alasan seorang ibu muda di Desa Pakning Asal, Kecamatan Bukit Batu, nekat terjun ke bisnis haram narkotika jenis sabu. Namun, langkah pintas tersebut justru me

  • Sabtu, 16 Mei 2026 11:16

    Sedang Asyik Nyabu, Dua Warga Sintong Diamankan Tim Gabungan Intel Korem dan Kodim 0321/Rohil

    ROHIL-Dua terduga penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu tak berkutik saat diamankan tim gabungan Intel Korem 031/WB bersama Unit Intel Kodim 0321/Rohil yang dipimpin Letda Inf Nurahmad.Penangkapan

  • Sabtu, 16 Mei 2026 11:12

    Prabowo Bangga Beras dan Pupuk RI Laris Manis Dibeli Negara Lain.

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyak negara di dunia saat ini kesulitan hingga panik karena gejolak perang di Timur Tengah. Prabowo mengatakan negara-negara lain bahkan membeli beras

  • Sabtu, 16 Mei 2026 11:06

    Sopir Ngantuk, Truk Muat Batu Bata Kecelakaan Tunggal di MT Haryono.

    Jakarta - Sebuah truk muatan mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan MT Haryono, Jakarta Timur atau Layang Cawang Kompor, pagi tadi. Truk tersebut menuju ke arah Halim Perdana Kusuma."05.44 Sebuah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.