Nasional
Penumpang Citilink Morokok di Pesawat, Bisakah Kena Pidana?
Selasa, 27 Feb 2018 10:21
JAKARTA - Sebuah video penumpang pesawat Citilink yang diturunkan petugas keamanan Bandara Halim Perdanakusuma dan Polisi Militer TNI Angkatan Udara viral di media sosial. Penumpang tersebut ketahuan merokok sesaat sebelum pesawat akan lepas landas.
Vice President Communication Citilink Benny Siga Butarbutar
mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu 25 Februari 2018. Sesaat
sebelum pesawat penerbangan terakhir Citilink Indonesia dengan kode
penerbangan QG 156 tujuan Bandara Internasional Halim
Perdanakusuma-Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, dengan
jadwal penerbangan pukul 21.35 WIB tinggal landas.
"Menurut laporan yang kami terima, saat keluar dari boarding gate
menuju pesawat terbang, penumpang yang bersangkutan terlihat merokok,
bahkan diteruskan saat menaiki tangga pesawat," kata Benny Butarbutar.
Saat
bersamaan pesawat sedang mengisi bahan bakar avtur. Posisi perokok itu,
yang menurut data Citilink bernama Iwan Limau, dekat dengan mesin
pesawat terbang. Benny mengatakan, kondisi tersebut sangat mengancam dan
membahayakan penerbangan, khususnya keselamatan dan keamanan
penerbangan.
Pegiat Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau (SAPTA)
Indonesia Tubagus Haryo Karbyanto mengatakan, penumpang yang dikabarkan
merokok di bandara dan pesawat bisa dipidana bila terbukti membahayakan
penerbangan.
"Si calon penumpang memang bersalah walaupun delik
yang dapat dikenakan pada dirinya harus dilihat lagi, apakah melanggar
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan atau KUHP," kata
Tubagus dihubungi di Jakarta, Selasa.
Tubagus mengatakan, calon
penumpang tersebut telah membahayakan penerbangan. Apalagi area lapangan
terbang adalah wilayah dengan sistem pengamanan yang ketat guna
menghindari tindakan yang membahayakan., "Karena ada proses pengisian
bahan bakar pesawat, jadi seharusnya wilayah lapangan terbang
betul-betul bebas rokok," tuturnya.
Namun, bila memang calon
penumpang tersebut betul-betul merokok sejak di gerbang keberangkatan
sebelum naik ke pesawat hingga ke tangga pesawat karena tidak ada
garbarata, maka Tubagus menilai juga ada kelalaian dari petugas bandara
yang saat itu bertugas.
"Ini harus jadi perhatian PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.
Sebab,
seharusnya jalur calon penumpang dari gerbang keberangkatan sebelum
naik pesawat hingga masuk ke pesawat adalah jalur steril dari
kegiatan-kegiatan yang dapat membahayakan penerbangan.
(okezone.com)
nasional
Pemkab Kepulauan Meranti Apresiasi Khitanan Massal Yayasan Fitrah Madani
SELATPANJANG - Sebanyak 68 anak antusias mengikuti khitanan massal di Pondok Pesantren Darul Fikri, Selatpanjang, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan sosial inisiasi Yayasan Fitrah Madani ini sukses menyita pe
Menteri Haji Soroti Layanan Krusial, Dorong Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026 Menyeluruh
Jakarta â€" Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menekankan pentingnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 sebagai wadah identifikasi kekurangan.
Polda Papua Tengah Sukses Gelar Bhayangkara Fun Run, Ajak Masyarakat Hidup Sehat
Polda Papua Tengah telah sukses menggelar Bhayangkara Fun Run 5K di Nabire, sebuah kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Acara ini bertujuan untuk mendukung ma
Pemkab Jayawijaya Dorong Budi Daya Pangan Lokal, Perkuat Ketahanan Pangan Jayawijaya dan Ekonomi Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya di Papua Pegunungan secara aktif mendorong masyarakat untuk kembali membudidayakan pangan lokal. Inisiatif ini melibatkan 328 kampung di seluruh wilayah Jayawijaya guna
Penembak Pilot AS di Yahukimo KKB Pimpinan Mbalingga
Satgas Operasi Damai Cartenz telah mengungkap hasil dari penyelidikan terkait penembakan yang menimpa pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29). Hasil penyel