Penyaluran Dana Subsidi Rakyat Belum Maksimal
Jumat, 09 Okt 2015 14:08
"Kalau dilihat dari sisi keadilan penganggaran oleh negara kesejahteraan, hal itu sudah baik. Namun jika dilihat dari sisi maksimalisasi kemanfaatannya, maka sebaiknya dilakukan penataan ulang," kata Guru Besar Tetap Universitas Indonesia (UI), Achmad Syakhroza, Jumat (9/10/2015).
Menurutnya, pemerintah saat ini telah mengalokasikan anggaran khusus yang bisa digunakan masyarakat yang bersumber dari APBN. Di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Beras Miskin (Raskin), subsidi LPG tiga kilogram maupun lainnya.
Pakar bidang corporate governance ini juga menjelaskan, alokasi dana yang disalurkan kepada masyarakat itu termasuk dalam kategori subsidi dari negara berdasar kebijakan politik yang lahir dari kesepakatan antara pemerintah dan parlemen atau DPR RI.
"Itu selalu ingin diwujudkan oleh siapapun pemimpin dari suatu negara yang menyatakan negaranya berbentuk negara kesejahteraan," ujarnya.
Keberhasilan mengalokasikan subsidi seperti itu kata dia, patut jadi suatu kebanggaan bagi seorang kepala pemerintahan, khususnya Indonesia yang saat ini dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun, sambung Achmad, dalam perspektif tata kelola keuangan negara, bisa dilihat bahwa selama model penyaluran yang dilakukan kementerian teknis masih seperti saat ini maka akan selalu datar manfaatnya.
"Jadi sejatinya, masih perlu untuk dilakukan kajian yang mumpuni agar kemanfaatannya lebih maksimal," sarannya.
Achmad menambahkan, keberadaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi seharusnya diapresiasi seluruh lapisan masyarakat dengan antusias. Mengingat alokasi APBN untuk desa melalui kementerian teknis selama ini dianggap belum memadai dalam menciptakan tingkat kesejahteraan bagi rakyat.
"Saran saya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi harus memulai pemikiran untuk memaksimalisasi kemanfaatan dana subsidi. Jangan seperti yang sekarang," tandasnya.
AS Tiba-tiba Batalkan Pengerahan 4.000 Tentara ke Negara NATO Polandia, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) tiba-tiba membatalkan rencana pengerahan 4.000 tentara ke negara NATO; Polandia. Pembatalan ini diungkap para pejabat Amerika pada hari Jumat, seiring Washington mengatur ulang pa
Jual Sabu, Ibu Muda di Bengkalis Ditangkap Polisi
BENGKALIS-Tekanan ekonomi diduga menjadi alasan seorang ibu muda di Desa Pakning Asal, Kecamatan Bukit Batu, nekat terjun ke bisnis haram narkotika jenis sabu. Namun, langkah pintas tersebut justru me
Sedang Asyik Nyabu, Dua Warga Sintong Diamankan Tim Gabungan Intel Korem dan Kodim 0321/Rohil
ROHIL-Dua terduga penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu tak berkutik saat diamankan tim gabungan Intel Korem 031/WB bersama Unit Intel Kodim 0321/Rohil yang dipimpin Letda Inf Nurahmad.Penangkapan
Prabowo Bangga Beras dan Pupuk RI Laris Manis Dibeli Negara Lain.
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan banyak negara di dunia saat ini kesulitan hingga panik karena gejolak perang di Timur Tengah. Prabowo mengatakan negara-negara lain bahkan membeli beras
Sopir Ngantuk, Truk Muat Batu Bata Kecelakaan Tunggal di MT Haryono.
Jakarta - Sebuah truk muatan mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan MT Haryono, Jakarta Timur atau Layang Cawang Kompor, pagi tadi. Truk tersebut menuju ke arah Halim Perdana Kusuma."05.44 Sebuah