Opini
17 Agustus Hari Kemerdekaan Ekonomi
Oleh: Dr. Salman Nasution, SE.I.,MA.
Minggu, 18 Agu 2019 08:23
"Merdeka, Merdeka, Merdeka", ucapan ini adalah hasil dari perjuangan pahlawan-pahlawan kemerdekaan yang siap hidup dan mati pada saat kolonial bebas melepaskan peluru-peluru ke tubuh mereka. Siapa yang tidak tahu kondisi peperangan, dalam filim perang yang berjudul Pearl Harbour tahun 2001 yang disutradarai oleh Michael Bay yang mengisahkan momen yang tidak terlupakan dari bangsa Indonesia yaitu adanya keputusan yang keras dari pemerintah Amerika Serikat yang harus menjatuhkan bom atom di negeri Hirosima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, yang menewaskan lebih dari seratus ribu orang warga Jepang.
Porak-poranda sebagian wilayah Jepang, kekaisaran dan pemerintah Jepang harus berfikir seribu kali untuk melanjutkan kolonialisasi terkhusus di Indonesia. Namun demikian, hampir semua rakyat Indonesia mendengar peristiwa tersebut dan mengambil kesempatan untuk mempersiapkan kemerdekaan. Terbentuknya BPUPKI dan PPKI sebagai lembaga bentukan Jepang dan Indonesia untuk siap memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agutus 1945. Apakah anda sudah merdeka?.
Ada hal yang terlupakan dari generasi, penerus dan penikmat kemerdekaan Indonesia sampai saat ini yaitu kemerdekaan yang diraih bukanlah hanya terfokus pada keluarnya penjajahan militer dari tanah air Indonesia. Namun lebih dari itu, bahwa kemerdekaan yang diraih termaktub dalam bunyi pembukaan UUD 1945 yaitu berkat dari rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Dalam pembukaan UUD 1945 tercatat "berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat….". maka dari itu, kemerdekaan bukan milik suku Jawa, bukan milik partai besar, bukan milik agama mayoritas tapi milik semua rakyat Indonesia. Tidak hanya itu, pejuang negeri di kepulauan Indonesia juga berpartisipasi dalam menegakkan kebenaran, melawan kolonialisme dan imperialisme, seperti Panglima Polim dan Sultan Mahmud Syah merupakan pejuang dan pahlawan dari Aceh hingga Frans Kaisiepo menjadi tokoh penting dan pahlawan dalam pergerakan anti-Belanda.
Jelas dan tegas bahwa kemerdekaan dimiliki semua wilayah dan rakyat Indonesia yang berjumlah 237.641.326 jiwa (dalam sensus penduduk 2010). Dalam hubungan pada kemerdekaan ekonomi, maka perlu adanya semacam Pactum Unionis dan Pactum subjectionis, yaitu kesepakatan antara pemerintah yang dibentuk dan keinginan rakyat dalam menjalankan program-program kenegaraan. Pemerintah adalah eksekutor dalam menjalankan undang-undang yang berlaku, namun jika program dan kebijakan yang dijalan tidak berdasarkan pada kesejahteraan maka rakyat menjadi korban.
Kegagalan kebijakan akan menghancurkan rakyat pada level menengah ke bawah pada aspek politik, ekonomi dan sosial. Jika ini dibiarkan, maka akan tercipta kemiskinan, pengangguran dan kejahatan dengan kuantitas yang besar seperti pada data Bank Dunia dan INFID tahun 2017, yang menyebutkan tingkat ketimpangan ekonomi Indonesia sangat memprihatinkan yaitu pertumbuhan ekonomi yang dianggap berhasil di atas 5%, hanya menguntungkan 20% orang paling kaya di Indonesia.
Selanjutnya, data BPS tahun 2018 juga menyebutkan, Penduduk yang bekerja sebanyak 133,94 juta orang, namun data tersebut tidak berdasarkan pada realita, bahwa sebanyak 70,49 juta orang (56,84 persen) bekerja pada kegiatan informal. Dan tingkat pengangguran di Indonesia per Februari 2018 berjumlah 6,87 juta orang atau 5,13%. Dan menurut penelitan dari Ivan Y. Sun, Doris C. Chu and Hung-En Sung dalam makalahnya berjudul A Cross-National Analysis of the Mediating Effect of Economic Deprivation on Crime, Springer Science Business Media B.V. 2010, menyebutkan pengangguran akan mengakibatkan pada kejahatan.
Masih tingginya kejahatan di Indonesia dengan total 250.916 kejahatan pada tahun 2018 menjadi perhatian berbagai kalangan termasuk pihak berwajib (kepolisian), dan jika pemerintah bersama kepolisian tidak fokus terhadap akar permasalahan maka akan timbul kejahatan-kejahatan yang tidak terduga bahkan mengerikan. Dalam model CIBEST, kemiskinan absolut merupakan komplikasi dari kemiskinan material dan kemiskinan spiritual, bahwa satu diantara faktor yang paling dominan yang mempengaruhi kasus tindak kriminalitas adalah kemiskinan absolut.
Banyak program-program ekonomi yang direncanakan dan dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo, memberikan angin segar seperti pembangunan infrastruktur besar-besaran seperti jalan tol antar kota dan kabupaten dan antar propinsi sehingga membuka peluang dan perekrutan tenaga kerja untuk dipekerjakan. Selain itu, kebanggaan negara Indonesia yang disoroti dunia dalam bidang pemanfaatan ekonomi adalah penggunaan anggaran dana desa atau dikenal dengan ADD yang dipergunakan untuk kebutuhan desa itu sendiri dengan alokasi anggaran negara sebesar Rp. 70 triliun ditahun 2019 ini.
Berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sepertinya tidak mempengaruhi kesejahteraan ekonomi dalam pemerataan dan keadilan sosial. Sudah lama Indonesia merdeka dengan usia kemerdekaan 74 tahun pada tanggal 17 Agustus 2019, namun belum juga terasa kemerdekaan ekonomi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana kemiskinan dan pengangguran adalah musuh ekonomi Indonesia. Dimanakah, pejuang-pejuang ekonomi saat ini?
Tegakkan Kemerdekaan Ekonomi
Sebagaimana yang telah penulis sampaikan bahwa kemiskinan dan pengangguran sangat berbahaya bagi hidup dan kehidupan bangsa jika dibiarkan tanpa solusi, bahkan kehadirannya dianggap mengganggu bagi sebagian kehidupan bermasyarakat. Bukan berarti menghilangkan orang-orang miskin, tapi menghilangkan kemiskinan melalui pemberian pekerjaan dan penghidupan yang layak oleh negara sebagaimana termaktub dalam pasal 27 ayat 2 yaitu tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Memerdekakan ekonomi, pemerintah harus duduk (paham) dengan konstitusi yang telah dibuat oleh founding fathers negara kita, kenapa jaminan pekerjaan dan penghidupan yang layak adalah tugas pemerintah dan negara yang menjaminnya. Konsep-konsep asing (investasi, hutang, jual asset dan lainnya) yang dibawa di Indonesia (melalui penjajahan) harus di-re-evaluasi bahkan dibuang dengan ide dan gagasan ekonomi yang berasal dari Indonesia.
Konsep jaminan pekerjaan juga disebutkan dalam penelitan dunia seperti Jan Kregel, Mathew Forstater, Fadhel Kaboub, Felipe Rezende, L. Randal Wray, Andy Felkerson dan Pavlina Tcherneva dengan konsep MMT (Modern Monetary Theory) dan layak untuk didiskusikan dan ditawarkan kepada pemerintah Indonesia sebagai bentuk jaminan pekerjaan dan penghidupan sebagai kemerdekaan ekonomi. Ada juga pemerhati sosial dan ekonomi dari Sumatera Utara (JAMPPI) seperti Shohibul Anshor, Surya Dharma Dalimunthe, Afrilia dan penulis sendiri (Salman Nasution).
Pemerintah dapat mengajak para peneliti, pemerhati dan ilmuan yang paham dengan konsep jaminan pekerjaan dan penghidupan yang layak untuk diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keinginan bersama demi kemajuan bangsa dan negara, tidak terlepas dari peran bersama pemerintah dan masyarakat dengan konsep dasar "menghilangkan kemiskinan dan pengangguran" dan membuang konsep lama (hutang, investasi dan lainnya) sebagaimana amanah bangsa untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Kemerdekaan tidak hanya seremonial seperti upacara namun harus diwujudkan dengan memerdekakan rakyat seutuhnya. ***
Penulis adalah dosen UMSU dan Wakil Sekertaris Pemuda Muhammadiyah Sumut.
Sumber:http://harian.analisadaily.com
Opini
AI di Ruang Kelas: Guru Terbantu atau Tersaingi?
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Teknologi yang dahulu hanya ditemukan dalam film-film fiksi ilmiah kini hadir dalam akti
Birokrasi, Investasi, dan Jalan Baru Pembangunan Provinsi Riau
DALAM Dalam diskursus pembangunan daerah, otonomi sering kali dipahami secara sederhana: jika infrastruktur dibangun, investasi akan datang; jika investasi datang, ekonomi daerah akan tumbuh. Pandanga
Rumah Besar PWI Harus Dirawat Bersama, Persatuan Lebih Mulia dari Ambisi
Kongres Persatuan PWI di Cikarang, Bekasi, 29-30 Agustus 2025, telah menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi wartawan tertua di Indonesia. Dengan penuh suasana demokratis, Direktur Utama L
Pilkada Rohil: Sejarah Berulang Petahana Tumbang, Bistamam Harapan Baru Rokan Hilir
TAHUN 2024 menjadi tahun politik yang penuh tantangan bagi Bupati Rokan Hilir (Rohil), Afrizal Sintong. Pada 27 November 2024, masyarakat Rokan Hilir memilih pasangan Bupati dan Wakil Bupati da
Undang Undang Cipta Kerja Yang Sempat Dipandang Tidak Baik Oleh Beberapa Orang
Dikenal dengan Omni buslaw, UU 11 Tahun 2020 tentang Penciptaan Lapangan Kerja merupakan undang-undang yang fenomenal. Undang-Undang cipta kerja dirancang dengan kecepatan tinggi dan memaparkan